... Baca selengkapnyaAnak GTM atau Gerakan Tutup Mulut memang sering menjadi tantangan besar bagi para orangtua, terutama ketika anak memasuki usia toddler yang sedang aktif bereksplorasi. GTM biasanya terjadi saat anak menolak makan dan minum dalam waktu tertentu, yang tentu membuat orangtua merasa cemas dan buntu mencari cara mengatasinya.
Untuk mengatasi anak GTM, penting bagi orangtua untuk tetap tenang dan memahami bahwa ini adalah fase perkembangan anak yang normal. Pertama, cobalah untuk membuat suasana makan menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Gunakan piring dengan warna cerah atau bentuk karakter favorit anak agar ia merasa tertarik.
Selain itu, jangan memaksa anak makan karena hal tersebut justru bisa menimbulkan resistensi yang lebih kuat. Orangtua bisa menawarkan makanan secara berkala dalam porsi kecil agar anak tidak merasa terbebani. Variasikan jenis makanan dengan tekstur dan rasa yang berbeda agar anak tertarik mencoba.
Mengajak anak untuk ikut serta dalam proses menyiapkan makanan juga bisa menjadi cara efektif. Ini selain mengajarkan anak tentang berbagai jenis makanan, juga membuat anak merasa lebih terlibat dan ingin mencoba hasil kreasinya sendiri.
Saat anak GTM, perhatikan juga asupan cairan agar ia tidak dehidrasi. Jika anak menolak minum, cobalah memberikan air putih dalam botol atau gelas berwarna cerah dan berbentuk unik. Memberikan cemilan sehat seperti buah potong juga bisa membantu menambah asupan nutrisi.
Selalu bicarakan dengan lembut dan beri pujian setiap kali anak mau mencoba makan atau minum. Pujian akan meningkatkan rasa percaya diri anak dan membuat ia lebih terbuka menerima makanan. Jika GTM berlanjut dalam waktu lama dan anak mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan berat badan, segera konsultasikan dengan dokter anak.
Dengan kesabaran dan pendekatan yang tepat, fase GTM pada anak bisa dilalui dengan lancar. Ingat bahwa setiap anak berbeda, jadi orangtua perlu mengenal karakter dan kebutuhan anaknya sendiri untuk menemukan cara terbaik dalam melawan GTM dan mendukung tumbuh kembang si kecil secara optimal.