Belakangan ini aku lagi banyak merenungkan betapa pentingnya kasih Tuhan sebagai dasar hidup, apalagi setelah membaca dan merenungkan Matius 28:16-20. Di bagian itu Yesus memberi Amanat Agung, tapi buatku bukan cuma soal "pergi dan menjadikan semua bangsa murid", melainkan juga janji penyertaan-Nya: "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Janji ini kerasa banget waktu hati lagi runtuh. Ayat ini jadi nyata waktu aku melewati masa sulit: ada sakit yang nggak langsung sembuh, doa minta mujizat instan seolah nggak dijawab. Di situ aku baru ngerti apa yang dimaksud dengan "kalau hatimu penuh kasih, berakarlah dalam kasih". Bukan cuma soal perasaan hangat, tapi kasih Tuhan yang nyata menopang, seperti di kata-kata: hanya kasih Tuhan yang bisa "menggendong kita" waktu kita harus kemoterapi atau melewati proses panjang yang melelahkan. Aku juga pernah mengalami kehilangan orang yang aku sayang. Waktu berkabung, nasihat rohani sering kali terdengar klise, tapi penghiburan yang paling dalam justru datang dari pengalaman pribadi dengan kasih Tuhan. Ada saat-saat ketika cuma bisa nangis di hadapan Tuhan, dan di situ aku merasakan bahwa Dia nggak menjauh. Kasih Tuhanlah yang pelan-pelan menghibur dan menguatkan, persis seperti kalimat di gambar: kasih Tuhan yang akan menghiburmu saat kau kehilangan seseorang yang kau cinta. Di area keuangan juga pernah jatuh. Salah langkah, salah keputusan, sampai rasanya malu sama Tuhan. Tapi waktu merenungkan Matius 28:16-20, aku sadar bahwa Yesus yang mengutus juga Yesus yang mengampuni dan menerima. "It's God's forgiveness and acceptance" – pengampunan dan penerimaan Tuhan itu yang bikin berani bangun lagi. Bukan berarti lari ke tempat baru, tapi berani membangun kembali di atas "reruntuhan yang sama": kariermu bangun lagi, keuanganmu bangun lagi, relasimu bangun lagi. Dari pengalaman-pengalaman ini, aku belajar bahwa semakin hati kita dipenuhi kasih ilahi, semakin berani kita melangkah. Bahkan iman pun bekerja melalui kasih. Amanat Agung di Matius 28:16-20 bukan cuma tugas besar yang menakutkan, tapi undangan untuk melayani dari hati yang sudah lebih dulu dipenuhi kasih Tuhan. Kalau dulu aku melayani dari rasa takut gagal, sekarang aku mau belajar melayani dari rasa disayangi. Kalau kamu lagi merasa ada di "arus bawah" hidupmu, mungkin sedang sakit, berduka, atau keuangan lagi berantakan, coba datang lagi ke kasih Tuhan. Izinkan Dia memelukmu, mengampuni, dan menerima apa adanya. Dari situ, pelan-pelan kamu akan punya keberanian baru untuk berkata: "You build your life again!" – bukan dengan kekuatan sendiri, tapi karena tahu bahwa Yesus yang menyertai sampai akhir zaman juga yang memampukan setiap langkahmu.
1/17 Diedit ke
10 komentar
Lihat komentar lainnya

Amin 🙏🙏🙏