Jakaba. Gratis Bu, kalo mau DM ya
Harga jakaba super bervariasi tergantung jenis, volume, dan penjualnya. Untuk September 2025, harganya berkisar dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah.
Berikut adalah gambaran harga jakaba super berdasarkan hasil pencarian dari beberapa platform lokapasar:
Jakaba super dalam kemasan cair
Rp6.000 hingga Rp8.000: Jakaba super pupuk organik cair, biasanya dalam botol 250 ml.
Rp10.000: Biang jakaba super dengan kemasan 600 ml.
Rp12.500: Biang jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi) dengan volume tertentu.
Rp17.000: POC Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi) dengan volume 1 liter.
Rp21.000: Biang jakaba kemasan 600 ml.
Rp24.900: Biang jamur jakaba kemasan 600 ml.
Banyak yang masih bingung, sebenarnya jakaba adalah apa sih? Dari pengalaman pribadi, jakaba (sering disebut Jamur Keberuntungan Abadi) itu semacam jamur yang dimanfaatkan jadi pupuk organik, biasanya bentuknya cair. Aku pertama kali kenal jakaba dari teman petani yang hobi budidaya organik. Katanya, jakaba bantu perakaran tanaman lebih kuat dan tanaman lebih tahan stres. Waktu awal coba, aku pakai jakaba super kemasan cair sebagai tambahan pupuk untuk cabai dan tomat. Cara pakainya cukup sederhana: biang jakaba diencerkan dulu dengan air, biasanya 1:10 atau 1:20 tergantung anjuran di kemasan. Setelah itu baru disiram ke media tanam atau disemprot ke daun. Menurutku penting banget baca petunjuk di botol biang jakaba, soalnya tiap produk kadang beda dosis. Efek yang aku rasakan setelah beberapa minggu, tanaman kelihatan lebih hijau dan pertumbuhan tunas baru lumayan kencang. Untuk budidaya cabai di polybag, jakaba membantu tanah jadi lebih gembur dan nggak cepat keras. Kalau buat pemula yang "mau cobain budidaya" organik di rumah, jakaba bisa jadi salah satu pilihan karena lebih aman dibanding pupuk kimia berat. Hal lain yang perlu diperhatiin, jakaba adalah produk hidup berbasis jamur, jadi penyimpanan harus rapi. Aku biasanya simpan biang jakaba di tempat teduh, tidak kena matahari langsung, dan tutup botol rapat. Kalau sudah diencerkan, sebisa mungkin langsung dipakai dan jangan disimpan terlalu lama supaya kualitasnya tetap oke. Sekarang jakaba super gampang ditemukan di marketplace, dari kemasan kecil sampai literan. Buat yang masih ragu, saran dari aku: mulai dulu dari kemasan kecil, uji coba di beberapa tanaman saja, lihat perubahan selama 2–4 minggu. Kalau cocok, baru deh naik ke volume lebih besar. Intinya, buatku jakaba adalah salah satu alternatif menarik untuk mendukung pertanian organik skala rumahan maupun skala lebih besar. Asal dipakai dengan dosis yang pas dan konsisten, hasilnya cukup kelihatan. Kalau kamu punya pengalaman lain soal jakaba, seru juga kalau bisa saling tukar cerita supaya yang mau mulai budidaya nggak bingung lagi.




























