Sargin ke Mesir hr selasa 5 hr
Sebagai yang sudah ngikutin Sargin dari dulu, kerasa banget bedanya Sargin jaman dulu sama sekarang. Dulu aku kenalnya cuma dari live kecil-kecilan, penontonnya belum serame sekarang, dan viewers Indonesia juga belum sebanyak sekarang. Tapi dari awal yang bikin aku betah nonton ya karena dia selalu ramah, sering bilang "you happy, me happy" dan kelihatan tulus sama penontonnya. Sargin jaman dulu lebih banyak bingung sama bahasa Indonesia, hampir tiap beberapa menit pasti ada yang teriak di live: "google translate aja ven" atau "translate jumping jumping". Chat penuh dengan kata-kata campuran Indonesia–Inggris–Turki, tapi justru itu yang bikin suasana live jadi kocak. Kita sebagai netizen Indonesia sabar banget jelasin pelan‑pelan, kadang pakai kata sederhana biar dia paham. Lama-lama kelihatan kok, dia mulai nangkep dikit-dikit kata seperti "bahagia", "alhamdulillah", sampai paham kalau kita bilang "no problem" atau "okey no problem Sargin". Secara karier juga kerasa naiknya. Dulu, nama "Sargin" di live itu belum terlalu sering muncul di FYP. Sekarang, tiap dia muncul, komentar penuh: "bayak yg sayang kamu di Indonesia", "sargin&venny fanslovers", bahkan ada yang bilang "21.1M..congras sargin". Dari yang hanya dapat sedikit gift seperti Mawar, sekarang sering banget ada yang kirim hadiah pertama, kerucut, bintang, dan lain-lain. Di mata aku, ini salah satu bukti kalau perjalanan dia dari jaman dulu pelan-pelan berbuah hasil. Yang paling aku ingat dari Sargin jaman dulu adalah momen-momen sederhana: dia salah sebut kata, terus ketawa bareng kita; atau pas dia lagi sedih, netizen Indonesia langsung penuh di chat bilang "you happy me happy", "Sargiin bahagia kita bahagia". Dari situ kelihatan banget hubungan dia sama penonton Indonesia bukan cuma sekadar host dan viewer, tapi kayak teman online yang saling dukung. Belakangan ini, obrolan di live sering soal rencana dia pergi ke Mesir dan juga ajakan ke Bali. Banyak yang nanya "Idul adha sargin?", "when go Bali", sampai "kapan ke Indonesia sargin". Dari dulu sampai sekarang, tema-nya selalu sama: kita cuma pengin lihat dia bahagia, kerja dengan tenang, dan sesekali liburan. Bahkan waktu dia bilang ke Mesir cuma liburan doang dan nggak ketemu siapa-siapa, netizen masih semangat dukung: "selamat sampai tujuan", "ok take care sargin", "enjoy ur work, sukses selalu". Kalau dibandingkan, Sargin jaman dulu itu versi yang masih banyak belajar, masih canggung, tapi tetap lucu dan apa adanya. Sargin sekarang versi yang lebih matang, lebih percaya diri, dan sudah terbiasa dengan ramainya netizen Indonesia. Tapi satu hal yang menurutku nggak berubah: cara dia berterima kasih dan menghargai support. Sampai sekarang masih sering bilang "thank you for support", masih senyum ke kamera, dan kadang pinned komentar yang bikin dia terharu. Buat kamu yang baru kenal dan penasaran sama "Sargin jaman dulu", coba aja scroll video-video lama, atau cari ulang klip saat dia masih kaget karena tiba-tiba viral di Indonesia. Di situ keliatan banget awal mula perjalanan dia: dari live yang sepi sampai akhirnya penuh komentar "happy happy", "of course happy", dan "you happy all mothers in Indonesia are happy". Sebagai penonton lama, ngeliat perkembangan ini bikin aku sendiri ikut bangga, seakan-akan kita juga bagian dari cerita Sargin dari dulu sampai sekarang.
