Fokus pada hal-hal yang berada di bawah kendali kita adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan mental dan produktivitas di tengah dunia yang penuh ketidakpastian.
Berikut adalah panduan singkat untuk membantu Anda mengalihkan energi ke tempat yang tepat.
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali kenal konsep hal yang bisa dikontrol dan tidak, rasanya simpel tapi ngena banget. Dulu aku sering capek sendiri mikirin semua hal: masa lalu, sikap orang lain, bahkan hal se-random cuaca atau berita di TV. Padahal, sekeras apa pun aku berusaha, sebagian besar memang di luar kendali.
Pelan-pelan aku mulai bikin dua daftar: “hal yang tidak bisa dikontrol” dan “hal yang bisa dikontrol”. Yang tidak bisa dikontrol misalnya: masa lalu, keputusan atasan, komentar orang di medsos, ekonomi global, kebijakan kantor, bahkan perubahan fisik karena usia. Aku tulis jujur semua yang sering bikin kepikiran.
Lalu aku bikin daftar kedua: hal yang bisa kukontrol. Ternyata cukup banyak: reaksiku terhadap situasi, usaha yang aku keluarkan, kata-kata yang aku pilih saat marah, kebiasaan harian (tidur, makan, olahraga ringan), batasan (boundaries) yang aku pasang ke orang lain, dan cara aku mengelola waktu. Di titik itu aku sadar, fokus energiku selama ini salah sasaran.
Di usia 40 tahun ke atas, tantangan hidup makin beragam: anak mulai besar, orang tua menua, karier mungkin sudah mentok atau justru lagi bingung arah, mulai mikir pra pensiun. Kalau semua mau dikontrol, kepala bisa meledak. Di sinilah seni melepaskan itu penting. Melepaskan bukan berarti pasrah dan tidak peduli, tapi menerima bahwa kita hanya "nahkoda" untuk kapal bernama diri sendiri.
Sekarang, setiap kali ada masalah, aku tanya diri sendiri: “Bagian mana yang benar-benar bisa aku kontrol?” Kalau jawabannya tidak ada, aku latihan untuk berhenti mengulang skenario di kepala. Kalau ternyata ada, aku fokus ke langkah kecil yang bisa dilakukan hari ini. Misalnya, aku tidak bisa mengontrol apakah orang lain suka atau tidak dengan keputusanku, tapi aku bisa mengontrol cara menjelaskan alasanku dengan tenang dan jujur.
Dampaknya ke kesehatan mental cukup terasa. Stres berkurang, kualitas tidur membaik, dan aku jadi lebih produktif karena energi tidak habis untuk overthinking. Bahkan dalam hal keuangan dan persiapan pensiun, aku mulai fokus ke langkah konkret: belajar, ikut sesi sharing, dan memperbaiki kebiasaan belanja, daripada hanya takut dengan masa depan.
Kalau kamu lagi merasa hidup penuh ketidakpastian, coba luangkan waktu sebentar untuk memilah: mana hal yang bisa dikontrol dan mana yang tidak. Tulis di kertas, tempel di tempat yang sering kamu lihat. Pelan-pelan, pikiranmu akan lebih terarah, dan kamu bisa menjalani hari dengan lebih ringan, bukan karena masalah hilang, tapi karena fokusmu sudah pindah ke tempat yang tepat.