1.Aduk bahan kulit sampai tercampur rata dan tidak bergerindil.Bila perlu saring.
2.Panaskan cetakan lalu tuangkan adonan 3/4 cetakan.Setelah pinggiran kulit mulai mengeras keruk bagian tengah dengan sendok hingga membentuk cekungan.
3.Masak semua bahan fla sambil terus diaduk hingga meletup2. gunakan api kecil.
4.Tuang bahan fla ke dadar kulit yang berbentuk cekungan.Biarkan set.
... Baca selengkapnyaAku pertama kali kenal kue lumpur lapindo ini justru dari etalase jajanan pasar, tertarik karena bentuknya unik: coklat di bawah, vla putih di atas, lalu dihias titik merah dan daun pandan kecil. Setelah beberapa kali coba, akhirnya nemu komposisi yang pas buat jadi jajanan rumahan sekaligus bisa dijual.
Kalau mau bikin untuk jualan, adonan di resep ini bisa kamu gandakan jadi 500 gram tepung terigu. Biasanya aku kalikan dua semua bahan kulit dan vla, hasilnya jauh lebih banyak tapi teksturnya tetap lembut. Kuncinya di santan encer untuk kulit dan santan yang agak kental untuk vla, jadi kontras rasa dan teksturnya kerasa banget.
Buat yang suka lihat-lihat gambar kue lumpur lapindo dulu sebelum praktik, kamu bisa tata kue di rak pendingin seperti di toko: kulit coklat di bawah, vla putih yang sudah set di atasnya, lalu kasih hiasan daun pandan kecil di tengah dan sedikit titik merah dari selai stroberi atau pewarna merah. Hasilnya mirip banget sama jajanan pasar yang sering kita lihat di kulkas kaca.
Versi coklat seperti di resep ini pakai coklat bubuk di adonan kulit. Kalau pengin variasi, kamu bisa juga bikin lumpur putih: cukup hilangkan coklat bubuk dan tambahkan sedikit susu bubuk lebih banyak supaya warna dan rasanya lebih creamy. Atau mau kue lumpur lapindo hijau, tinggal tambahkan pasta pandan di adonan kulit, wanginya jadi mirip kue tradisional pandan yang biasa dijual di pasar.
Supaya vla-nya halus dan nggak bergerindil, aku biasanya larutkan dulu maizena dengan sedikit santan dingin, baru dicampur dengan sisa santan, gula, garam, vanilla, dan daun pandan. Masak pakai api kecil sambil terus diaduk sampai meletup-letup. Jangan ditinggal, karena ini bagian paling menentukan vla lembut atau tidak.
Untuk kulit, pakai cetakan kue lumpur atau takir kecil apa saja yang dasarnya tebal. Panaskan dulu cetakan sampai benar-benar panas, baru tuang adonan sekitar 3/4 penuh. Saat pinggirannya sudah mulai mengeras, langsung keruk pelan bagian tengahnya pakai sendok sampai terbentuk cekungan. Di cekungan inilah nanti vla akan dituangkan.
Kalau mau dijadikan lumpur lapindo jajan buat jualan di kota-kota seperti Sidoarjo atau Bekasi, simpan kue yang sudah jadi di rak pendingin agar vla tetap kokoh dan tampilan kue tetap cantik. Teksturnya malah makin enak setelah dingin, lembut dan lumer, cocok banget disajikan untuk acara keluarga, arisan, atau dititipkan di warung jajanan pasar.
Dengan takaran ini, hasil sekitar 32 pcs sudah cukup banyak untuk dicoba sebagai sampel jualan. Tinggal kamu atur harga per biji sesuai harga bahan di daerahmu. Buat aku, kue lumpur lapindo coklat dengan vla putih ini worth it banget karena modalnya nggak terlalu besar, tapi tampilannya mewah dan menggoda.