Siapa yang kangen dengan takjil masa kecil? bubur mutiara dengan siraman kuah santan gurih ini adalah perpaduan sempurna antara rasa manis dan lembut yang bikin nagih.
... Baca selengkapnyaKalau dengar bubur sagu mutiara santan, aku langsung keinget jajanan masa kecil yang sering jadi takjil di bulan Ramadhan. Biasanya dijual di mangkuk plastik bening, atasnya ada daun pandan, dan siraman santan gurih yang bikin wangi banget. Sekarang aku lebih sering bikin sendiri di rumah, soalnya bisa diatur manis dan gurihnya sesuai selera, plus bisa hemat gas juga.
Untuk bikin bubur sagu mutiara santan gula merah, kuncinya di cara merebus sagunya. Biasanya aku pakai sagu mutiara merah. Pertama aku cuci sebentar, lalu rebus dengan air yang banyak sampai mutiara mulai bening tapi masih ada titik putih di tengah. Kalau airnya mulai keruh banget, biasanya aku buang airnya, lalu ganti dengan air panas lagi, lanjut rebus sampai benar-benar bening. Cara ini bantu bikin sagu mutiara nggak bau tepung dan nggak terlalu banyak lendir.
Untuk kuah gula merah, aku pakai campuran gula merah dan sedikit gula pasir supaya manisnya lebih balance. Tinggal dididihkan dengan air, tambahkan daun pandan biar harum. Kalau suka, boleh tambahkan sedikit garam supaya rasa manisnya lebih keluar. Nanti kuah gula ini yang jadi dasar buburnya, jadi pilih gula merah yang wangi ya, hasilnya berasa banget.
Bagian yang paling penting menurutku justru di santannya. Aku biasanya pakai santan kental yang dimasak dengan daun pandan dan sejumput garam. Masaknya api kecil, sambil terus diaduk supaya santan tidak pecah. Ini yang bikin rasa bubur mutiara santan jadi gurih dan creamy. Santan ini biasanya aku pisahkan, jadi disiram di atas bubur saat disajikan, bukan dicampur langsung. Tampilan di mangkuk bening jadi cantik: dasar merah dari sagu mutiara, atasnya putih santan, plus hiasan daun pandan.
Kalau mau hemat gas, aku sering rebus sagu mutiara dengan metode 5-30-5: rebus 5 menit, lalu matikan kompor dan diamkan dalam keadaan tertutup sekitar 30 menit, baru nyalakan lagi dan rebus 5 menit terakhir sampai bening. Dengan cara ini, gas yang dipakai jauh lebih sedikit tapi mutiara tetap empuk.
Bubur sagu santan ini juga enak dimodifikasi. Kadang aku campur dengan irisan pisang kepok rebus atau kolang-kaling biar mirip bubur campur. Kalau suka variasi lain, kamu bisa kombinasikan dengan bubur ijo (bubur kacang hijau) atau sekoteng, jadi satu mangkuk takjil campur yang super lengkap. Buat yang baru belajar masak, resep bubur mutiara santan ini termasuk gampang, cocok banget dijadikan menu takjil keluarga di rumah.
Oh ya, kalau mau disajikan dingin juga enak. Setelah bubur dan santan dingin, simpan di kulkas, nanti saat buka puasa tinggal susun di mangkuk plastik bening, siram santan, dan hidangkan. Praktis banget kalau kamu lagi males masak mepet waktu adzan dan pengen punya stok takjil yang tinggal ambil aja.