ANAKKU KIDAL?
Ternyata anakku yang nomor tiga lebih dominan tangan kirinya. Menulis, makan, mengambil sesuatu selalu reflek tangan kiri, begitupun menendang bola lihai dengan kaki kiri.
Awalnya aku bingung, haruskah aku biarkan? Atau haruskah kupaksa memakai tangan kanannya agar terlihat 'normal'?
Akhirnya aku mengambil keputusan untuk mengimbanginya saja. Membebaskan dia menulis dengan tangan kiri, namun tetap melatih tangan kanannya. Hasil latihan nanti bagaimana akupun belum tau, bisa jadi dia akan menemukan kenyamanan menulis dengan tangan kanan, atau mungkin akan tetap memakai tangan kirinya. Biarkan dia yang menentukan..
Namun untuk satu hal yang tidak bisa dinegosiasi adalah, makan minum harus tangan kanan, dan beristinja' menggunakan tangan kiri.
Mengasuh anak kidal memang membutuhkan pendekatan yang penuh kesabaran dan pengertian. Dari pengalaman bersama anak yang dominan menggunakan tangan kiri, saya belajar bahwa memaksa anak untuk beralih ke tangan kanan tidak selalu efektif dan justru bisa menimbulkan kebingungan atau stres pada mereka. Sebaliknya, mendukung kebiasaan alami mereka sementara tetap memberikan latihan pada tangan kanan menjadi strategi yang lebih seimbang. Salah satu metode yang sangat membantu adalah latihan stimulasi motorik halus dengan aktivitas kreatif seperti menempel diamond painting. Aktivitas ini bukan hanya melatih koordinasi mata dan tangan, tetapi juga meningkatkan kesabaran anak dalam melakukan sesuatu secara teratur. Saat melatih tangan kanan, penting untuk mengenali kapan tangan kiri merasa lelah dan menggantinya secara bergantian sehingga kedua tangan mendapat latihan yang optimal tanpa memaksa secara berlebihan. Selain itu, menurut ajaran Islam, penggunaan tangan kanan untuk makan dan minum serta istinja’ wajib diajarkan sejak dini kepada anak. Ini bukan saja soal kebiasaan fisik, namun juga pembentukan karakter dan kedisiplinan dalam aspek spiritual. Menetapkan aturan ini sejak awal akan membantu anak memahami perbedaan fungsi tangan kiri dan kanan dalam konteks budaya dan agama. Selalu tekankan pada anak bahwa mereka bebas menggunakan tangan dominan mereka untuk kegiatan sehari-hari seperti menulis atau bermain, tapi tetap harus bisa mengandalkan tangan kanan untuk hal-hal tertentu agar harmonisasi gerak tubuh terjaga. Komunikasi terbuka dan dukungan positif dari orang tua sangat krusial agar anak merasa diterima dan percaya diri dengan keunikan mereka. Dengan cara ini, kita tidak hanya mendukung perkembangan fisik anak secara holistik, tapi juga membangun dasar mental yang kuat agar anak kidal tumbuh menjadi pribadi yang nyaman dengan dirinya sendiri dan sesuai norma sosial yang berlaku.







adekku cewek juga kidal kak. pas TK nulisnya pakek tangan kiri tapi pas SD disuruh gurunya belajar pake tangan kanan. dan akhirnya terbiasa,cuma pas maen masak2an megang pisau dia baru makek tangan kiri KLO makek tangan kanan malah gabisa🤣🤣