Strategi Menjaga Benteng

Dapat hidayah itu susah, tapi ternyata ada yang jauh lebih sulit lagi... 📉

Yaitu MENJAGANYA.

Mengapa? Karena hati kita adalah "target operasi" utama setan. Ustadz Abu Yahya Badrusalam menjelaskan sebuah pesan mendalam dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma:

Setan itu selalu "nongkrong" di hati kita. Begitu kita lalai sedikit saja, ia langsung membisikkan was-was. Satu-satunya cara membuat musuh ini mundur adalah dengan kembali mengingat Allah (Zikir).

Hati adalah benteng terakhir kita. Jika benteng ini jebol, hidayah yang sudah kita jemput dengan susah payah pun bisa terancam. Mari lebih serius menjaga "modal" utama kita ini. 🤲✨

Save & Share video ini ke orang-orang tersayang agar kita bisa saling menguatkan dalam istiqomah.

#SelfReminder

#Hidayah

#Istiqomah

#UstadzBadrusalam

#DakwahSunnah

4/28 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenjaga hati memang bukan perkara mudah, terutama karena setan dan bisikannya selalu berusaha mengintai kelemahan kita. Dari pengalaman pribadi, saya menemukan bahwa konsistensi dalam berzikir dan memperbanyak doa merupakan kunci utama untuk menjaga hati agar tetap kuat dan tidak mudah terombang-ambing oleh was-was. Salah satu hal yang membantu saya adalah mengingat pesan dari Ustadz Abu Yahya Badrusalam yang mengatakan bahwa setan itu seperti 'nongkrong' di hati kita, selalu menunggu kelalaian sekecil apa pun. Ketika kita lalai, was-was itu muncul dan mulai mengganggu ketenangan hati. Maka dari itu, saya mencoba menjadikan zikir sebagai rutinitas harian, terutama di saat-saat sunyi dan sepi, agar hati selalu terjaga dan was-was tidak berkembang. Selain zikir, penting juga untuk berada di lingkungan yang positif dan saling mengingatkan dalam menjaga keimanan. Saya merasakan dukungan dari orang-orang sekitar, seperti keluarga dan teman yang juga serius mempertahankan hidayah mereka, memberikan semangat yang besar untuk saya terus istiqomah. Sering kali, menjaga hidayah membuat kita merasa lelah dan menghadapi ujian. Namun, jika kita menyadari bahwa hati adalah benteng terakhir kita, maka menjaga benteng ini menjadi prioritas utama. Melalui pengalaman ini, saya percaya bahwa menjaga hati tidak hanya sekedar upaya spiritual, tetapi juga memerlukan kesadaran dan kedisiplinan dalam menjalani ibadah dan aktivitas sehari-hari. Mari kita jadikan hidayah yang telah kita terima sebagai modal utama dalam menghadapi godaan dunia, dengan terus berzikir, berdoa, dan berusaha menjaga hati agar tidak mudah dimasuki musuh. Semoga kita semua dapat saling menguatkan dalam memperjuangkan istiqomah dan memperkokoh benteng iman kita.