Jangan Tersesat‼️| Pdt.Gilbert Lumoindong

2025/10/12 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku juga sempat bingung soal bahasa roh. Di satu sisi ada orang-orang yang tidak percaya bahasa roh sama sekali, di sisi lain ada jemaat yang kalau ibadah penuh dengan tepuk tangan, angkat tangan, menari, sampai dibilang kayak diskotik. Di tengah-tengah, ada gereja yang nyanyi himne teduh, syahdu, dan malah diserang: "Apa itu gereja kayak kuburan?". Dari pengalaman ikut beberapa KKR dan kebaktian, aku makin sadar kalau masalahnya sering bukan di bahasa rohnya, tapi di cara kita melihat perbedaan. Kalau ngomong contoh bahasa roh, banyak orang langsung curiga: "Bahasa roh semua sesat". Padahal kalau kita buka Alkitab dengan tenang, jelas ada penjelasan tentang karunia roh, termasuk bahasa roh, yang tujuannya untuk membangun, bukan bikin kekacauan. Perbedaan doktrin itu beda doktrin, bukan otomatis ke sesatan. Yang sesat itu ketika kita pakai narasi jahat, edit sana-sini, potong omongan orang, lalu sebar ke mana-mana hanya untuk menjatuhkan gereja lain. Pengalaman pribadi, aku pernah ikut ibadah yang liturginya tenang, lagu-lagu himne teduh, dan suasana bener-bener syahdu. Di lain waktu, aku ikut kebaktian yang sangat ekspresif: tepuk tangan, tarian, semua orang bebas menyembah Tuhan. Dua-duanya sama-sama bisa membuat aku dekat dengan Tuhan, asalkan hati fokus menyembah, bukan sibuk menilai gaya ibadah orang lain. Dari situ aku belajar: kalau melihat gereja yang rame, jangan langsung bilang "sesat". Kalau lihat gereja yang tenang, jangan juga dicap "kayak kuburan". Yang penting buat aku sekarang kalau bahas contoh bahasa roh adalah memeriksa: apakah itu sesuai Alkitab, apakah membangun jemaat, apakah dilakukan dengan tertib? Kalau iya, kenapa harus dibilang sesat hanya karena beda dengan tradisi gereja kita? Bahasa roh pun, kalau dipahami dan dipraktikkan dengan benar, bisa jadi cara yang indah untuk berdoa dan menyembah Tuhan. Jadi, daripada saling serang dan saling jatuhkan, mending kita sama-sama kembali ke Alkitab. Di sana ada ibadah yang teduh, ada juga ekspresi pujian yang penuh sukacita. Yang Tuhan lihat adalah hati. Jangan sampai pikiran kita jadi sempit dan kampungan hanya karena nggak mau belajar. Kalau mau bahas contoh bahasa roh, coba mulai dari: apa kata Alkitab, apa pengalaman pribadimu bersama Tuhan, dan bagaimana itu bisa membangun orang lain, bukan justru mendatangkan kekacauan.