Di Tangan TUHAN | Ps.Wiranto Liauw
Cerita yang disampaikan lewat lagu 'Umur Panjang di Tangan Kanannya' sangat menyentuh hati saya. Terutama jika kita tahu bahwa liriknya menggambarkan perjalanan hidup Thomas Alfa Edison yang tidak mudah. Saya teringat bagaimana Edison, yang sempat dianggap bodoh oleh sekolah, justru menjadi sosok legenda berkat keteguhan dan kerja kerasnya. Dari surat yang ditemukan dalam laci, kita diajarkan bahwa setiap orang memiliki potensi luar biasa, bahkan ketika dunia mengatakan sebaliknya. Kisah Edison yang menangis dan merenung setelah membaca surat dari gurunya itu sangat menginspirasi, karena menunjukkan bahwa kepercayaan dan doa dari orang tua, khususnya seorang ibu, dapat mengubah masa depan seseorang. Selain itu, semangat Edison yang tidak pernah menyerah, mencoba ribuan kali sampai berhasil menciptakan lampu pijar, mengingatkan saya bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Lagu ini, melalui pesan tersebut, memberikan motivasi besar bagi kita untuk terus berjuang dan percaya bahwa kita diciptakan untuk menjadi pribadi yang luar biasa sesuai dengan rencana Tuhan. Saya juga percaya bahwa lagu ini tidak hanya soal umur panjang secara fisik, melainkan juga tentang kualitas hidup yang penuh semangat dan pencapaian yang berarti. Sehingga, mendengarkan lagu ini selalu memberi saya kekuatan untuk menghadapi segala tantangan kehidupan.














































