TUHAN itu Pemulung | Pdt.Donald Pieter Sinaga
Penggambaran Tuhan sebagai seorang pemulung memang unik dan sangat bermakna. Seperti yang saya pahami dari cerita, Tuhan bukan hanya sosok yang mahakuasa dari kejauhan, tetapi juga sangat dekat dengan kehidupan kita. Dia mengumpulkan 'sampah-sampah' dari hidup kita—kesalahan, kekurangan, dan luka—untuk kemudian mendaur ulangnya menjadi sesuatu yang lebih baik. Pengalaman pribadi saya, saat merasakan susah dan gagal, saya merasa seperti tidak berharga, seperti 'sampah' yang tak berguna. Namun, pemikiran bahwa Tuhan dengan penuh kasih mengumpulkan dan memperbaiki hidup saya membawa penghiburan yang luar biasa. Perlindungan Tuhan bukan hanya fisik tapi juga jiwa yang terus dijaga dan diperbaharui. Kisah ini juga mengingatkan kita bahwa setiap manusia adalah 'manusia daur ulang' oleh kasih karunia Tuhan. Tidak ada yang terbuang di hadapan-Nya. Setiap kali kita merasa tidak sempurna, ingatlah bahawa kita selalu memiliki tempat di mata Tuhan dan kita diciptakan dengan keunikan khusus yang tak tergantikan. Dari kisah yang diangkat, saya belajar untuk lebih menghargai proses kehidupan, termasuk saat kita jatuh atau menghadapi kesulitan. Perlindungan Tuhan tidak berarti kita bebas dari masalah, tapi Dia hadir untuk membimbing dan menguatkan kita agar bangkit dan terus melangkah dengan harapan.





























