Berjalan Bersama TUHAN | Ps.Philemon Kharis
Berjalan bersama Tuhan memang bukan hal yang mudah, terutama ketika kita harus menyerahkan kendali penuh kepada kehendak-Nya. Dari pengalaman pribadi, saya menyadari bahwa seringkali kita merasa lelah dan terbebani ketika harus memikul kehendak Tuhan yang terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan atau rencanakan. Dalam proses ini, penting untuk memahami bahwa bukan kita yang memikul beban tersebut sendiri, melainkan Tuhan yang membawa dan menuntun kita. Hal ini membuat langkah kehidupan menjadi lebih ringan dan penuh harapan meskipun tantangan datang silih berganti. Saya belajar bahwa ketika kita setuju untuk berjalan sesuai agenda Tuhan, kita bisa lebih fokus menjalani hidup dengan sukacita, karena kita tahu bahwa segala sesuatu ada dalam tangan-Nya. Selanjutnya, penting juga untuk menyadari bahwa berjalan bersama Tuhan bukan berarti kita pasif, melainkan aktif untuk berkontribusi dan melakukan yang terbaik sesuai dengan panggilan dan talenta yang Tuhan berikan. Melalui doa, refleksi, dan komunitas iman, kita dapat terus memperkuat hubungan dengan Tuhan sehingga setiap langkah kita menjadi doa yang nyata. Pengalaman saya juga menunjukkan bahwa ketika kita ikhlas memikul kehendak Tuhan, sekalipun terasa berat pada awalnya, maka lama-kelamaan kita akan merasakan damai yang melampaui segala pengertian. Ini terjadi karena kita tidak berjalan sendirian, tetapi digendong oleh kasih dan kekuatan Tuhan yang setia. Oleh karena itu, mari kita jalani perjalanan kekristenan ini dengan semangat dan keyakinan penuh, bahwa Tuhan selalu menemani dan membimbing setiap langkah kita, menjadikan kita pribadi yang lebih baik dan penuh berkat bagi orang di sekitar kita. Berjalan bersama Tuhan bukan sekadar kewajiban, tetapi sebuah kehormatan buat kita, anak-anak Tuhan.







