Pertobatan | Pdt.Petrus Sutardjo
Pengalaman pertobatan memang sering membawa pergumulan batin yang mendalam, terutama ketika seseorang berasal dari latar belakang budaya dan agama yang berbeda. Dalam kasus Pdt. Petrus Sutardjo, seorang yang dulunya beragama Konghucu di Jogja, perjalanan beralih ke iman Kristen tidaklah mudah dan penuh tantangan. Dari cerita yang dibagikan, kita melihat bahwa pertobatan bukan hanya soal perubahan keyakinan secara pribadi, tapi juga berdampak pada hubungan keluarga dan sosial. Ketakutan akan reaksi keluarga, terutama orang tua yang mungkin marah atau kecewa, sangat nyata. Namun, keyakinan dan panggilan yang kuat dari Tuhan memberikan keberanian untuk menjalani proses ini. Salah satu aspek penting dari proses pertobatan adalah komitmen yang dilakukan, seperti puasa selama berbulan-bulan dan doa yang konsisten. Ini menunjukkan betapa seriusnya Pdt. Petrus dalam menguatkan imannya, yang akhirnya menginspirasi keluarganya untuk ikut bertobat dan merasakan perubahan yang positif dalam hidup mereka. Kisah ini juga mengingatkan bahwa pertobatan adalah proses yang melibatkan pengorbanan dan kesabaran, tapi hasilnya luar biasa: keselamatan satu orang pun memberi dampak positif bagi seisi rumah. Ini membuktikan bahwa iman yang tulus bisa mengatasi batasan budaya dan tradisi. Bagi pembaca yang mungkin sedang bergumul dengan keyakinan atau ingin mengalami perubahan hidup, kisah Pdt. Petrus menawarkan contoh nyata bahwa dengan doa, ketekunan, dan kepercayaan kepada Tuhan, pertobatan bukan hanya mungkin, tapi juga membawa damai dan sukacita sejati.




















































