Lewat PengorbananNYA... | Ps.Dave Gerald Que
Mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Israel yang berkaitan dengan kisah Yesus seringkali membuka perspektif baru tentang perjuangan dan pengorbanan yang Ia alami. Saat saya berjalan di Bukit Zaitun dan melihat tanaman berduri yang menjadi bahan mahkota duri Yesus, saya merasakan betapa nyata dan menyakitkannya penderitaan itu. Pohon berduri tersebut bukan hanya keras dan tajam, tetapi memiliki duri dengan venom, yang menambah kesakitan saat mahkota itu dipasangkan. Selain secara fisik menyakitkan, tekanan mental dan emosional yang dialami Yesus di taman Getsemani menurut para ahli mencapai puncaknya. Kondisi ini sangat ekstrim sampai mengeluarkan keringat bercampur darah, menandakan tingkat stres yang luar biasa. Pengalaman spiritual ini mengajarkan saya bahwa pengorbanan terbesar tidak hanya dari segi fisik melainkan juga batin. Sebagai seseorang yang sering berjuang dengan berbagai tantangan hidup, kisah ini memberi saya kekuatan dan pengingat bahwa pengorbanan dan kesetiaan kepada keyakinan bisa melebihi penderitaan terbesar sekalipun. Saya mendorong setiap orang yang membaca ini untuk merefleksikan betapa berartinya pengorbanan Yesus bagi kehidupan kita, dan bagaimana kita bisa meneladani keteguhan hati dan kasih-Nya dalam menjalani hidup sehari-hari. Rasa syukur yang mendalam muncul saat kita menyadari bahwa melalui pengorbanan tersebut, kita memperoleh hidup yang baru dan pengampunan. Ini bukan hanya cerita masa lalu, melainkan sumber inspirasi yang hidup dan relevan hingga kini.


















































