Amin 😇
Matius 10:8 mengingatkan saya bahwa memberi adalah tindakan kasih yang tulus, bukan sekadar kewajiban. Bahkan saat saya merasa kekurangan, ayat ini memotivasi untuk terus berbagi karena setiap berkat yang kita miliki sebenarnya sudah merupakan anugerah yang patut disyukuri. Dalam pengalaman pribadi, ketika saya memberi dengan hati yang ikhlas tanpa mengharapkan balasan, saya merasakan damai dan kebahagiaan yang berbeda. Memberi bukan hanya tentang materi, tapi juga waktu, perhatian, dan doa kepada sesama. Ayat ini juga mengajarkan kita untuk tidak menunggu sampai kita merasa 'cukup' sebelum berbagi. Justru justru saat kita merasa cukup, itulah momentum terbaik untuk menyalurkan kasih Tuhan lebih jauh ke orang lain. Ini menjadi motivasi harian saya untuk selalu berbuat baik. Dengan memahami pesan di Matius 10:8, saya merasa hidup lebih bermakna dan penuh harapan. Saya berharap pembaca juga terdorong untuk merenungkan dan menerapkan prinsip memberi ini dalam kehidupan sehari-hari, karena dari sana muncul kebahagiaan sejati dan hubungan yang lebih erat dengan Tuhan dan sesama.

















