Bapau
Aku lagi suka banget bereksperimen bikin bapau di rumah, apalagi yang warna-warni dan isiannya macam-macam. Selain cantik di foto, bapau itu cocok banget buat bekal anak, cemilan sore, atau suguhan kalau ada tamu. Pertama soal adonan bapau. Biar bapau empuk dan halus, aku biasa pakai tepung terigu protein rendah atau sedang yang diayak dulu. Raginya pakai ragi instan, tapi pastikan masih aktif ya. Trik aku: campur ragi dengan sedikit gula dan air hangat, diamkan 5–10 menit sampai berbuih, baru dicampur ke adonan. Kalau tidak berbuih, berarti raginya sudah mati dan nanti bapau bisa bantet. Untuk warna bapau, aku suka pakai pewarna makanan cair atau pasta secukupnya, jangan kebanyakan supaya adonan tidak terlalu lembek. Kadang aku juga pakai pewarna alami, misalnya jus pandan untuk hijau, ubi ungu kukus yang dihaluskan untuk ungu, atau wortel halus untuk warna oranye lembut. Tinggal bagi adonan jadi beberapa bagian, lalu tiap bagian diberi warna berbeda, jadi deh bapau berwarna-warni di piring. Soal isian, yang paling laris di rumah itu coklat dan kacang hijau. Untuk isian coklat, aku biasanya pakai coklat batang yang dipotong kecil atau coklat spread biar lumer. Kacang hijau harus dimasak dulu dengan gula dan sedikit santan sampai kental, baru didinginkan. Kalau mau versi simpel, selai blueberry dan selai stroberi juga enak banget, tinggal sendokkan saja ke tengah adonan. Kelapa juga favorit: parut kelapa muda, tumis sebentar dengan gula merah dan sedikit garam sampai agak kering. Supaya bentuk bapau rapi, aku selalu tipiskan adonan dari tepi ke tengah, jadi bagian tengah lebih tebal dan isian tidak mudah bocor. Setelah diisi dan dibulatkan, letakkan di atas kertas roti kecil, lalu diamkan lagi 20–30 menit sampai mengembang. Kukus dengan api sedang, dan lap tutup kukusan dengan serbet supaya uap air tidak menetes ke bapau. Penyajiannya, bapau warna-warni aneka rasa ini cantik banget kalau disusun di piring bermotif. Waktu ada keluarga datang, aku sajikan enam bapau dengan isian berbeda: coklat, kelapa, kacang hijau, selai blueberry, dan selai stroberi. Semua langsung ludes karena mereka bisa pilih rasa favorit masing-masing. Kalau kamu baru pertama kali coba bikin bapau, saran aku mulai dengan setengah resep dulu untuk uji coba. Catat perbedaan tekstur dan waktu mengembang yang pas di dapurmu, karena suhu tiap rumah beda-beda. Lama-lama kamu pasti nemu versi bapau andalanmu sendiri, mau yang super lembut, isi melimpah, atau yang warna-warni ala jajanan kekinian.
