Jayapura in the night
Setiap kali melihat foto Jayapura di malam hari, apalagi yang bernuansa jadul, aku selalu langsung kebayang cerita-cerita tentang Hollandia. Nama "Hollandia" sendiri sekarang cuma tinggal di ingatan, atau di cerita orang tua dan opa oma yang pernah merasakan suasana Jayapura tempo dulu. Tapi justru itu yang bikin menarik: kota yang kita kenal sekarang punya lapisan sejarah yang panjang. Banyak yang bilang, dulu Hollandia itu lebih sepi, tapi punya suasana damai yang khas. Lampu-lampu jalan belum seramai sekarang, tapi langit malamnya lebih gelap sehingga bintang-bintang kelihatan jelas. Aku pribadi kalau lihat foto-foto lama Jayapura, sering bandingin: dulu bangunan belum banyak, tapi view teluk dan pegunungan sudah seindah itu. Sekarang mungkin lebih ramai, tapi rasa terharunya tetap sama karena kita tahu tempat yang sama pernah bernama Hollandia. Kadang aku suka iseng cari arsip foto atau cerita tentang "Jayapura tempo dulu" di internet. Ada yang upload foto pelabuhan, jalan-jalan utama, sampai kartu pos lama bertuliskan Hollandia. Dari situ kerasa banget bagaimana kota ini pelan-pelan berubah nama, berubah wajah, tapi tetap menyimpan memori generasi sebelumnya. Kata-kata "terkenang selalu" itu memang pas, karena bahkan orang yang belum lahir di zaman Hollandia pun bisa ikutan merasa rindu pada era itu lewat foto dan cerita. Yang menarik, jalan-jalan dan sudut kota yang sekarang kita lewati tiap hari sering kali sudah ada sejak masa Hollandia, hanya wujudnya yang berubah. Misalnya, dermaga, kawasan dekat teluk, atau bangunan-bangunan tua yang masih tersisa. Kalau lagi jalan malam dan lihat lampu-lampu memantul di permukaan laut, aku suka bayangin: dulu para pendatang, pelaut, dan warga lokal mungkin juga melihat pemandangan yang mirip, hanya bedanya papan nama kotanya tertulis Hollandia. Menurutku, menikmati Jayapura di malam hari sambil ingat sejarah Hollandia bikin kita lebih sayang sama kota ini. Bukan cuma sebagai tempat tinggal sekarang, tapi juga sebagai kota yang punya cerita panjang dan kadang terlupakan. Sesekali, aku suka duduk di tempat yang agak tinggi, lihat kerlip lampu kota, lalu ngebayangin lapisan-lapisan waktunya: dari Hollandia sampai jadi Jayapura hari ini. Rasanya seperti menyatukan masa lalu dan masa kini dalam satu pemandangan yang sama, benar-benar "terkenang selalu".










































