Wisata curug cibeureum || canjur
Pertama kali trekking ke Curug Cibeureum Cibodas Cianjur, aku kaget karena ternyata jalurnya cukup rapi dan cocok banget buat pemula. Dari pintu masuk kawasan Cibodas, kita melewati jalur trekking yang sudah jelas, banyak papan petunjuk, dan ada beberapa spot istirahat. Medannya campuran antara jalan setapak tanah, bebatuan, dan beberapa anak tangga, jadi nggak terlalu ekstrem. Soal jarak, kira-kira trekking ke Curug Cibeureum sekitar 2–3 km sekali jalan, tergantung titik awalnya. Untuk lama perjalanan, aku pribadi butuh sekitar 1–1,5 jam naik dengan santai, sambil beberapa kali berhenti foto-foto dan istirahat. Turunnya jelas lebih cepat, sekitar 40–60 menit. Buat yang jarang olahraga, tetap keburu kok kalau mau 1 day trip, asal berangkat nggak terlalu siang. Tiket masuk (HTM) Curug Cibeureum waktu aku ke sana sekitar belasan ribu rupiah per orang, belum termasuk parkir kendaraan. Bisa saja berubah sewaktu-waktu, jadi enaknya siapkan uang cash lebih. Di area bawah masih ada warung kecil dan toilet, tapi makin ke atas fasilitas makin terbatas, jadi jangan lupa bawa air minum dan snack sendiri. Buat yang penasaran ketinggiannya, Curug Cibeureum itu berada di kawasan Gunung Gede Pangrango. Banyak yang menyebut pos curugnya sekitar 1.600–1.700 mdpl. Makanya hawanya sejuk cenderung dingin, apalagi kalau sudah dekat air terjun, kabut dan cipratan airnya lumayan bikin menggigil. Untuk outfit ke Curug Cibeureum, saran aku pakai baju yang nyaman buat trekking: kaos atau long sleeve yang menyerap keringat, celana panjang fleksibel (bukan jeans kaku), dan sepatu trekking atau minimal sneakers yang solnya nggak licin. Karena aku berhijab, aku pilih hijab bahan ringan yang cepat kering, jadi kalau kena embun atau cipratan air tetap nyaman. Jangan lupa bawa jaket tipis atau windbreaker, terutama kalau kamu tipe yang gampang kedinginan. Soal foto, Curug Cibeureum ini instagramable banget. Di beberapa titik ada pagar kayu dengan background hutan hijau dan aliran sungai, perfect buat foto OOTD sebelum sampai air terjunnya. Tapi begitu sampai di curug utama, siap-siapin kamera karena view-nya keren: air terjun tinggi dengan dinding tebing hijau dan kabut tipis. Tips dari aku, pakai pouch waterproof atau plastik ziplock buat jaga-jaga kamera dan HP nggak basah. Kalau kamu tipe yang baru pertama kali trekking, Curug Cibeureum ini bisa jadi pemanasan sebelum naik gunung beneran. Jalur trekkingnya jelas, suasananya adem, dan sepanjang jalan kamu bakal ditemani suara sungai dan hutan. Yang penting jangan paksakan diri, atur ritme jalan, dan jangan lupa pemanasan dulu sebelum jalan supaya kaki nggak terlalu kaget. Menurutku, 1 day trip trekking Curug Cibeureum dari pagi sampai siang sudah cukup banget. Berangkat pagi, trekking pelan-pelan, nikmati suasana di curug, foto-foto, lalu turun lagi sebelum sore. Cocok buat kamu yang cari wisata alam Cianjur/Cibodas yang nggak terlalu jauh, tapi tetap berasa petualangannya.

🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩