... Baca selengkapnyaJujur dulu aku juga sering salah beli parfum, kirain semua parfum tahan lama, padahal tiap jenis beda banget daya tahannya. Setelah coba beberapa merek, termasuk eau de luxe, akhirnya mulai paham kalau konsentrasi minyak wangi itu ngaruh langsung ke berapa jam parfum bisa nempel di kulit.
Basic-nya gini, parfum kayak Eau de Toilette (EDT) biasanya punya konsentrasi minyak sekitar 5–15%. Aromanya cenderung ringan dan segar, cocok buat dipakai pagi ke kampus atau kantor. Tapi jangan kaget kalau wanginya cuma tahan 2–4 jam di kulit, apalagi kalau kamu sering berkeringat atau banyak aktivitas di luar ruangan.
Naik sedikit ada Eau de Parfum (EDP) dengan konsentrasi sekitar 15–20%. Dari pengalaman, tipe ini tuh paling aman buat dipakai seharian karena bisa tahan sekitar 5–8 jam. Kalau kulitmu cenderung kering dan kamu semprot di titik nadi (pergelangan tangan, belakang telinga, leher), biasanya wanginya lebih awet. EDP enak dipakai buat acara dari siang sampai malam tanpa perlu terlalu sering reapply.
Di atasnya lagi ada Extrait de Parfum, konsentrasinya sekitar 20–40%. Ini aromanya pekat, mewah, dan tahan lama banget, bisa 8–12 jam bahkan lebih kalau disemprot di baju. Tapi karena kuat, aku biasanya pakai sedikit saja dan lebih cocok buat acara malam atau event spesial, bukan buat dipakai harian. Kalau kebanyakan, bisa bikin pusing orang di sekitar.
Nah, buat yang penasaran sama eau de luxe parfum tahan berapa jam, dari pengalamanku tipe ini biasanya diklasifikasikan mirip EDP atau bahkan mendekati Extrait, tergantung mereknya. Di kulitku, eau de luxe bisa tahan sekitar 6–10 jam. Kalau dipakai di ruangan ber-AC dan disemprot di baju, wanginya bisa kebawa sampai pulang. Tapi tetap ya, hasilnya bisa beda di tiap orang karena jenis kulit, suhu ruangan, dan cara pakai.
Tips praktisku: kalau kamu sering beraktivitas di luar dan nggak mau sering semprot ulang, cari parfum dengan konsentrasi EDP atau eau de luxe. Kalau buat daily use yang santai dan nggak mau terlalu menyengat, EDT sudah cukup. Selalu cek keterangan di box atau botol, biasanya tertulis jelas apakah itu EDT, EDP atau Extrait.
Satu hal yang kadang dilupain: lokasi semprot juga pengaruh. Semprot di titik nadi, jangan digosok-gosok karena bisa merusak molekul aroma. Aku juga suka semprot sedikit di rambut (jauhkan dari kulit kepala) atau di pakaian, karena di serat kain wangi parfum biasanya lebih awet.
Sejak paham penjelasan parfum dan beda tiap jenis, aku jadi lebih jarang kecewa karena parfum cepat hilang. Jadi kalau mau beli, jangan cuma lihat mereknya, tapi baca dulu jenisnya dan kira-kira berapa jam daya tahannya sesuai kebutuhan kamu.