2025/11/6 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPas pertama kali dengar kalimat "loba duit loba dulur", aku kira cuma slogan lucu yang lagi tren di TikTok. Ternyata ini ungkapan bahasa Sunda yang cukup dalam maknanya. Secara sederhana, "loba duit" artinya banyak uang, dan "loba dulur" artinya banyak saudara/teman. Jadi maknanya: kalau kita punya banyak uang, biasanya teman dan "saudara" juga ikut banyak. Di kehidupan nyata, aku sempat ngerasain sendiri. Waktu kerjaan lagi lancar, penghasilan oke, rasanya gampang banget punya "dulur" di mana-mana. Banyak yang ngajak main, traktir bareng, semua terasa akrab. Tapi di satu titik, waktu lagi seret dan "duit eweuh" (uang nggak ada), barulah kelihatan mana yang benar-benar dulur dan mana yang cuma numpang senang. Dari situ aku sadar, ungkapan lengkapnya sering juga dibalik: "duit eweuh, kalalabur, lain dulur, lain batur". Kurang lebih maksudnya, ketika kita sudah nggak punya uang, orang-orang yang tadinya dekat bisa saja menghilang, seolah-olah bukan saudara dan bukan teman. Di sini kerasa banget kalau "apan duit anu ngatur" – seakan-akan uang yang ngatur hubungan. Menurut aku pribadi, ungkapan "loba duit loba dulur" bisa kita jadikan pengingat dua hal. Pertama, jangan gampang baper kalau pas lagi banyak rezeki tiba-tiba banyak yang mendekat. Wajar saja, karena manusia memang cenderung tertarik sama hal yang menguntungkan. Kedua, jangan sampai kita jadi orang yang cuma baik kalau lagi ada uang. Ukuran dulur sejati justru kelihatan pas kondisi lagi turun. Dalam pergaulan sehari-hari, aku mulai belajar bedain: siapa yang masih ada saat aku nggak bisa traktir, nggak bisa bantu materi, tapi tetap mau dengerin cerita dan support. Itu baru yang pantas disebut "dulur". Sementara yang cuma muncul kalau ada keuntungan, ya cukup disadari saja, nggak perlu dibenci, tapi jangan juga terlalu diharap. Jadi kalau kamu sekarang lagi sering dengar atau lihat meme "loba duit loba dulur", jangan cuma ikut-ikutan. Coba refleksi ke hidup sendiri: apakah kita sudah jadi dulur yang baik buat orang lain, bukan cuma datang saat mereka lagi banyak duit? Dan kalau kamu lagi di fase "duit eweuh", percayalah, ini momen paling pas buat lihat siapa yang tulus sama kamu. Buat yang bukan orang Sunda, nggak masalah kok ikut pakai ungkapan ini, asal tahu artinya dan nggak dilepas dari konteksnya. Bisa juga kamu jadiin caption, tapi sekaligus reminder buat diri sendiri: uang memang penting, tapi jangan sampai uang sepenuhnya "ngatur" siapa yang boleh ada di hidup kita.

Cari ·
cv untuk translator yang menarik