"Alhamdulillah. Terima kasih," jawab Fatih datar. Tanpa ekspresi. Tanpa senyum.
Fatih meletakkan sendoknya kembali. "Saya kenyang."
Senyum Zahra luntur seketika. "Tapi Gus... baru satu suap. Apa kurang asin? Apa kurang pedas? Biar saya..."
"Saya bilang kenyang, Zahra!" Fatih sedikit membentak, lalu menghela napas kasar. Ia berdiri, mengambil tas kerjanya. "Jangan paksa perut saya menerima apa yang hati saya tolak."
JLEB!
Kalimat itu menembus jantung Zahra. Ia terpaku di kursinya. Matanya memanas.
judul ;Ketika Do'a Kita Patah
Penulis;Priska1512
Hanya di kbm app













