... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku juga sempat mikir, “kenapa sih anak teknik disebut red flag?” Soalnya di media sosial sering banget muncul meme kalau anak teknik itu calon pasangan yang harus diwaspadai. Tapi setelah kenal dan ngobrol langsung sama beberapa anak teknik, ternyata ceritanya nggak sesederhana itu.
Pertama, anak teknik biasanya sangat logis dan fokus ke solusi. Di kampus mereka terbiasa mikir pakai data, rumus, dan langkah-langkah teknis, jadi pas ada masalah hubungan, respons mereka juga cenderung: “oke, masalahnya apa, gimana cara beresinnya?” Bukan yang langsung drama atau main perasaan. Buat sebagian orang, gaya komunikasi kayak gini bisa kebaca dingin, padahal sebenarnya mereka lagi berusaha nyelesain masalah dengan caranya sendiri.
Kedua, jadwal anak teknik memang padat. Tugas gambar, praktikum, laporan, proyek, kadang sampai begadang di depan laptop, solderan, atau multimeter. Jadi kalau mereka suka slow respon chat atau kelihatan jarang ngabarin, seringkali alasannya bukan nggak peduli, tapi emang lagi kewalahan sama tugas. Di sini penting banget komunikasi di awal: kalian sama-sama jelasin ekspektasi soal frekuensi chat, quality time, dan lain-lain.
Hal lain yang bikin orang mengira anak teknik itu red flag adalah cara mereka mengekspresikan perasaan. Banyak yang cenderung to the point, nggak terlalu puitis atau romantis. Bukan berarti nggak sayang, tapi bentuk sayangnya bisa berupa hal-hal kayak: bantuin kamu kalau ada masalah teknis, cek kondisi kamu, atau mikirin masa depan yang stabil. Mereka sering mikir jauh ke depan soal karier dan finansial, karena buat mereka, stabilitas itu bentuk tanggung jawab.
Menurutku, label "anak teknik red flag" itu terlalu menggeneralisasi. Yang sebenarnya perlu diperhatikan bukan jurusannya apa, tapi kedewasaan emosinya. Ada anak teknik yang super green flag: konsisten, bisa dipegang omongannya, dan setia. Tapi ada juga yang memang belum siap secara emosi – sama seperti jurusan lain. Jadi jangan langsung ilfeel hanya karena dia pakai helm proyek atau rompi keselamatan, tapi lihat gimana dia memperlakukanmu sehari-hari.
Kalau kamu lagi dekat atau pacaran sama anak teknik, beberapa hal yang bisa kamu perhatiin:
- Apakah dia mau mendengar dan mencoba memahami emosimu, walau dia orangnya sangat logis?
- Saat ada konflik, dia kabur atau justru mau diajak diskusi cari solusi?
- Dia cuma sibuk tugas, atau sengaja nggak mau meluangkan waktu sama sekali?
Pada akhirnya, red flag atau bukan itu soal karakter dan emotional availability, bukan soal dia anak teknik, ekonomi, atau jurusan apa pun. Jadi, boleh banget waspada, tapi jangan lupa juga buat objektif dan kenal orangnya lebih dalam dulu sebelum kasih label.