Cerita kehidupan Pernikahan
1. Hamil anak pertama, posisi lago LDR dengan suami, karena tempat tugas suami beda kecamatan.
2. Hamil anak kedua, tempat kerja udah sama rapi rumah masih ngontrak. (dari awal nikah udah pisah rumah dari ortu dan mertua)
3. hamil anak ketiga, tidak direncanakan karena telat KB, hamil saat ank ke 2 baru usia 6 bulan.. jadi, jarang ank ke2 dan ke3 hanya 1,3 tahun aja.. 😂😅😍
meskipun banyak cerita dan lika liku, semua tetap dijalani dengan rasa syukur😍😇
Melalui pengalaman saya, menjadi pasangan suami istri tidak selalu mulus terutama saat menjalani kehamilan di kondisi yang penuh tantangan. Saat kehamilan pertama, kami harus berpisah jarak karena tugas suami yang beda kecamatan. LDR tentu menguji kesabaran dan komunikasi kami, tetapi tetap menjaga semangat dan saling mendukung. Ketika kehamilan kedua, kami sudah bekerja di tempat yang sama namun masih harus tinggal di rumah kontrakan. Ini mengajarkan kami pentingnya kerja keras dan kesabaran dalam membangun keluarga yang mandiri. Kehamilan ketiga datang tanpa perencanaan karena terlambat KB, bahkan saat anak kedua berusia baru 6 bulan. Walaupun jarak antar anak cukup dekat hanya sekitar 1,3 tahun, kami tetap berusaha menjalankannya dengan penuh rasa syukur. Pengalaman ini mengajarkan pentingnya kesiapan mental dan fisik sebagai pasangan yang bertumbuh bersama. Selain itu, foto-foto yang kami simpan, mulai dari momen pernikahan hingga saat anak-anak tumbuh, selalu mengingatkan kami akan perjalanan penuh warna dalam pernikahan. Saya berharap cerita ini bisa menjadi dorongan bagi pasangan lain untuk terus berjuang dalam keutuhan rumah tangga, apapun tantangannya. Pernikahan bukan hanya tentang kebahagiaan tanpa masalah, tapi bagaimana kita saling menopang dan bersyukur dalam setiap kondisi.




