Ku tutup bulan Oktober dengan doa terbaik "Alhamdu

2025/10/31 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSetiap ganti bulan, terutama dari Oktober ke November, aku punya kebiasaan kecil tapi kerasa banget efeknya: duduk sebentar, lihat minuman dingin favorit di meja, lalu baca doa sambil merenung. Biasanya aku baca: “Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush sholihaat.” Buat yang mungkin masih asing, “alhamdulillahilladzi” artinya kurang lebih “segala puji bagi Allah yang…”, lalu dilanjutkan dengan bagian-bagian doa lainnya. Salah satu yang paling sering dibaca adalah: “Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush sholihaat.” Secara sederhana sering dimaknai: “Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya sempurnalah amal-amal kebaikan.” Aku pribadi biasanya baca doa ini saat merasa berhasil menyelesaikan sesuatu, entah besar atau kecil. Misalnya, bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, selesai beres-beres rumah, atau cuma berhasil melewati hari yang berat tanpa menyerah. Ada juga doa yang sering aku pakai saat dapat kabar baik: “Alhamdulillahilladzi an'amana wa hadana wa saqqana wa awwana.” Kalimat-kalimat zikir seperti ini bikin aku ingat kalau semua kemudahan, rezeki, dan ketenangan itu bukan karena usahaku sendiri saja, tapi karena pertolongan Allah. Jadi pas tutup bulan Oktober, aku suka duduk tenang, tarik napas, lalu ucapkan hamdalah sambil mengingat nikmat apa saja yang aku dapat selama sebulan. Di awal November, aku biasanya niatkan dalam hati: semoga rezeki lebih berkah, hari-hari lebih tenang, dan hati lebih kuat menghadapi ujian. Kadang aku tulis di jurnal: hal-hal yang mau aku syukuri dan hal-hal yang mau aku perbaiki. Setelah itu, aku tutup dengan zikir “alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush sholihaat” supaya yang kulakukan di bulan baru ini bisa jadi kebaikan yang Allah sempurnakan. Kalau kamu lagi mulai November dengan banyak harapan, bisa coba rutinkan baca hamdalah ini setelah dapat nikmat kecil apa pun: pesanan makanan datang tepat waktu, gajian lancar, perjalanan aman, atau hari yang berjalan tanpa drama besar. Dari pengalaman pribadiku, semakin sering mengucap alhamdulillah, hati kerasa lebih lapang dan lebih siap menerima apa pun yang datang di bulan-bulan berikutnya.