Tetap selalu menjadi yg terbaik
Apa pun itu walau kita tidak pernah di pandang baik tetap lah menjadi yg terbaik
Sebagai pria berkacamata hitam, aku cukup sering ngerasa dinilai cuma dari penampilan. Kacamata, baju kerja, latar belakang mesin industri, ekspresi serius—semuanya bikin orang kadang langsung ngira kita galak, sok keren, atau bahkan sombong. Padahal di balik itu, kita juga manusia biasa yang sering nggak dianggap, diremehkan, atau nggak pernah dipandang baik apa pun yang kita lakuin. Pengalaman pribadi, dulu aku sering nanya ke diri sendiri: “Kenapa sih, udah kerja serius, udah berusaha jadi yang terbaik, tapi tetap aja orang lihatnya negatif?” Sampai akhirnya aku paham, pandangan orang itu kayak kacamata: bisa buram, bisa salah ukuran, dan nggak selalu cocok buat kita. Jadi daripada capek mikirin omongan orang, aku mulai fokus sama hal-hal yang bisa aku kontrol. Pertama, soal penampilan. Pria berkacamata hitam sering dikira mau gaya-gayaan, padahal banyak dari kita pakai kacamata karena memang butuh atau biar lebih nyaman di tempat kerja, apalagi di area mesin industri. Jadi aku belajar milih gaya yang masih rapi dan sopan, tapi tetap nyaman dan percaya diri. Kacamata hitam, jam tangan putih, dan kemeja polo simpel udah cukup bikin aku ngerasa lebih siap hadapi hari. Kedua, soal sikap. Walau orang nggak memandang baik, aku coba tetap profesional dan konsisten. Datang tepat waktu, kerja tuntas, nggak gampang mengeluh. Awalnya nggak ada yang peduli, tapi lama-lama orang mulai sadar sendiri. Kadang pengakuan itu datang pelan, dari hal-hal kecil: dipanggil buat bantu, diajak diskusi, atau cuma sekadar diajak ngobrol santai. Ketiga, soal mental. Ini yang paling berat. Tetap jadi yang terbaik itu bukan berarti kita harus sempurna, tapi berani bangkit tiap kali jatuh. Wajar kalau sesekali capek dan ngerasa nggak dihargai. Saat kayak gitu, aku biasanya ambil waktu sebentar buat refleksi, misalnya sambil duduk sendirian, pegang dagu, mikirin lagi apa tujuan aku kerja dan berjuang sejauh ini. Dari situ, aku ingat kalau yang penting itu bukan siapa yang melihat, tapi siapa yang sebenarnya sedang kita perjuangkan—keluarga, masa depan, dan diri sendiri. Kalau kamu juga seorang pria berkacamata hitam yang sering nggak dianggap, percayalah, kamu nggak sendirian. Terus asah skill, jaga integritas, dan rawat penampilan seperlunya. Mungkin orang lain nggak langsung melihat perubahanmu, tapi lama-lama hasilnya bakal kelihatan. Pada akhirnya, jadi yang terbaik itu soal bagaimana kita menghargai diri sendiri dulu, baru menunggu dunia menyusul untuk ikut menghargai.
