... Baca selengkapnyaAkhir-akhir ini aku lagi sering banget nyari kutipan novel tentang diri sendiri, terutama yang bahas soal berani jadi apa adanya. Rasanya lega tiap nemu kalimat yang seolah ngomong langsung ke hati, apalagi kalau lagi capek pura-pura kuat di depan orang lain.
Banyak novel yang diam-diam nyelipin pesan sederhana tapi ngena banget: kita nggak harus selalu sempurna, dan nggak perlu pura-pura jadi orang yang semua orang suka. Ada kutipan buku yang pernah kubaca, intinya gini: kadang yang paling berani itu bukan yang selalu kuat, tapi yang mau jujur sama dirinya sendiri. Dari situ aku sadar, jadi diri sendiri itu proses, bukan hasil instan.
Kalau kamu lagi cari kutipan novel atau kutipan buku buat nyemangatin diri, coba deh perhatiin cerita-cerita yang tokohnya belajar menerima kekurangannya. Biasanya, di tengah cerita ada momen ketika tokohnya berhenti berlari dari dirinya sendiri dan mulai pelan-pelan berdamai. Rasanya kayak ilustrasi seseorang yang berlari sambil memegang bunga—masih bergerak, masih berjuang, tapi sambil membawa harapan kecil buat diri sendiri.
Aku pribadi suka nyatet kutipan favorit di notes atau sticky notes, terus kutipan-kutipan itu kutempel di dekat meja belajar. Jadi tiap hari ada pengingat halus kalau nggak apa-apa pelan, nggak apa-apa lelah, asal jangan hilang jadi diri sendiri. Kalau kamu punya kutipan novel yang bikin kamu merasa diterima apa adanya, boleh banget dikumpulin jadi semacam koleksi kecil versi kamu.
Kutipan buku itu kelihatannya cuma beberapa baris kalimat, tapi kadang bisa jadi titik balik cara kita melihat hidup. Apalagi buat yang sering ngerasa harus pakai "payung" biar terlihat baik-baik saja di depan orang lain, padahal dalam hati lagi hujan deras. Dari beberapa kutipan yang kubaca, aku belajar kalau meletakkan payung itu dan mengakui kalau kita lagi kehujanan bukan tanda lemah, tapi justru tanda keberanian.
Jadi kalau sekarang kamu lagi nyari kutipan novel, kutipan buku, atau kutipan tentang diri sendiri, coba pilih yang benar-benar nyentuh pengalamanmu. Bukan cuma yang terdengar puitis, tapi yang bikin kamu merasa dipahami. Pelan-pelan, kalimat-kalimat kecil itu bisa bantu kamu lebih sayang sama diri sendiri, tanpa harus berpura-pura jadi orang lain.
apa Uda ada di Gramedia kak buku nya?