Keseharianku Setia Mengantri Bus Tiap Hari

Dear lemon8er,

Sebagai pejuang rupiah, mengantri naik bus saat pergi dan pulang kerja adalah makananku sehari-hari. Dan ujian kesabaran ini kujalani sejak awal bekerja bertahun-tahun lalu sampai sekarang.

Jujur aja, yang paling nggak kusuka dari mengantri adalah jika ada orang yang tanpa bersalah menyerobot antrian atau mengantri di luar barisan. Mau negor, males ribut. Nggak ditegor, bikin kesel. Akhirnya ngedumel dalam hati.

Ada yang pernah nyerobot antrian atau malah diserobot?

#KeseharianKu

#JujurAja

#IRTAwards

#Lemon8

2025/10/14 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai orang yang hampir tiap hari naik bus, aku juga sering banget pulang malam. Pap naik bus malam hari jadi semacam rutinitas yang nggak bisa dihindari. Begitu jam kantor selesai, biasanya aku langsung jalan ke halte dan sudah siap mental buat mengantri lagi. Halte bus malam hari punya suasana yang beda. Lampu-lampu kota, jalur taktil kuning di lantai, dan deretan orang yang capek tapi tetap berdiri rapi bikin aku mikir, "Kita semua sama-sama pejuang." Kadang aku sengaja ambil beberapa foto suasana antrian untuk kenang-kenangan, terutama kalau lagi sepi atau justru super rame. Naik bus malam hari itu ada plus minusnya. Plusnya, udara biasanya lebih adem dan bus kadang nggak sepadat jam pulang kantor yang mepet. Tapi minusnya, rasa kantuk dan lelah makin berasa. Di dalam bus, aku sering lihat penumpang yang tertidur sambil memeluk tas. Aku sendiri biasanya duduk dekat jendela (kalau kebagian kursi), dengerin lagu sambil menikmati lampu-lampu kota. Soal keamanan, aku jadi lebih waspada kalau naik bus malam. Tas selalu kurekatkan di badan, HP nggak terlalu sering kupakai, dan aku usahakan berdiri atau duduk di tempat yang cukup terang kalau lagi di halte. Jalur taktil kuning di lantai halte membantu banget buat penyandang disabilitas, tapi buat aku jalur itu juga jadi patokan biar nggak berdiri terlalu dekat dengan bibir jalan. Etika antrian tetap penting meskipun malam. Justru anehnya, walau orang-orang kelihatan capek, masih aja ada yang nyerobot antrian. Rasanya pengen negur, tapi kadang aku pilih mengalah kalau situasinya nggak aman buat ribut. Aku cuma mundur sedikit, tarik napas, dan mengingatkan diri sendiri kalau lebih penting pulang dengan selamat daripada adu mulut. Kalau lagi menunggu bus malam, aku punya beberapa kebiasaan kecil: cek jadwal bus, kabari keluarga kalau aku lagi OTW, dan pastikan baterai HP cukup. Kadang aku berbagi pap naik bus malam hari ke teman dekat, sekadar ngasih update kalau aku masih di perjalanan. Dari situ, obrolan ringan di chat bisa bikin suasana nunggu jadi nggak sepi. Buat kamu yang juga sering naik bus malam hari, menurutku nggak apa-apa merasa lelah atau kesel dengan antrian yang panjang. Tapi coba lihat sisi lainnya: ada momen tenang saat duduk di bus, ada kesempatan refleksi diri sambil memandang kota, dan ada rasa bangga karena kita tetap berjuang setiap hari. Yang penting, jaga sopan santun di antrian, saling menghargai penumpang lain, dan prioritaskan keamanan selama di halte maupun di dalam bus.

4 komentar

Gambar lyly🍒
lyly🍒

wah extra sabar ya kak 👍

Lihat lainnya(3)