Kali ini aku mau sedikit berbagi cerita tentang #PertamaKali aku dan kk ku buka petshop
jujur di hari pertama kami buka rasanya kecewa karena gak sesuai bayangan kami.
Di hari pertama hanya beberapa orang yang beli dan pendapatan pertama hanya 94.000, pas tutup sedih rasanya karena yang belanja hanya beberapa orang.
Dan takut banget besok nya malah gak ada yang beli.
Pas hari kedua kami kembali bersemangat karena sudah di semangatin kembali sama orang tua, alhamdulillah sudah ada beberapa orang yang mampir dan bertanya tanya senang rasanya, pendapatan pun mulai bertambah.
Dari sini kami belajar bahwa tidak ada usaha yang instan dan semuanya membutuhkan waktu, kerja keras, dan kesabaran.
bapak ku juga pernah bilang” semua orang bisa berdagang, tapi tidak semua orang bisa bertahan saat gak ada pembeli” makanya kami tetap harus semangat dan menikmati prosesnya😇
Kalau sobat lemon #MendingMana tetap semangat atau putus asa kalau gak ada yang beli di hari pertama?
... Baca selengkapnyaKalau diceritain lebih detail, proses buka petshop ini tuh panjang banget. Dari cari ruko yang strategis, bandingin harga sewa, sampai mikirin apakah lokasi ini cukup ramai dan dekat dengan pemilik hewan. Aku dan kk akhirnya pilih tempat yang dekat perumahan, karena mikir pasti banyak yang punya kucing dan anjing.
Sebelum buka, kami keliling dulu ke beberapa toko hewan peliharaan lain buat lihat harga makanan kucing, pasir, vitamin, sampai shampo hewan. Bukan buat saingan jelek-jelekan, tapi biar tahu standar harga, produk apa saja yang laku, dan gimana cara mereka menata rak perlengkapan hewan supaya kelihatan rapi. Dari situ aku belajar kalau tampilan toko juga ngaruh ke minat orang untuk mampir.
Di hari pertama, walaupun judulnya “petshop yang masih buka” sampai malam, tetap aja sepi. Pintu sudah dibuka dari pagi, rak-rak makanan dan perlengkapan hewan sudah disusun, tapi yang datang cuma beberapa orang. Ada yang cuma lihat-lihat, ada yang nanya harga, ada juga yang beli snack kucing doang. Pas nutup toko sambil ngitung uang, rasanya campur aduk banget.
Supaya nggak nyerah, kami mulai cari cara biar orang tahu kalau ada toko hewan peliharaan baru di daerah sini. Aku bikin poster sederhana, tempel di warung-warung dekat rumah, terus update juga di status WhatsApp dan media sosial. Tulisannya kurang lebih kayak: "Petshop masih buka sampai jam sekian, tersedia makanan kucing, anjing, pasir, dan perlengkapan hewan lainnya". Ternyata dari situ mulai ada tetangga yang mampir karena lihat status.
Yang paling kerasa bedanya itu ketika ada pelanggan pertama yang benar-benar cerita tentang hewan peliharaannya. Dari situ aku sadar, punya petshop itu bukan cuma soal jualan produk, tapi juga dengerin curhat pemilik hewan, kasih saran makanan yang cocok, atau rekomendasi pasir yang nggak gampang bau. Lama-lama interaksi kayak gitu bikin aku makin betah di toko.
Sekarang kalau ada hari yang sepi, aku manfaatin waktu buat beresin stok, cek tanggal kedaluwarsa makanan hewan, bersihin rak perlengkapan hewan, atau foto-fotoin sudut toko buat bahan upload konten. Menurutku, buat kamu yang baru pertama kali buka toko hewan peliharaan, wajar banget kalau di awal sepi pembeli. Yang penting, tetap buka sesuai jam, tetap ramah kalau ada yang tanya, dan perlahan orang akan ingat, "Oh iya, di sana ada petshop yang masih buka kalau butuh makanan hewan."
Janlupa dijual di shopee jg Kak, trs promosi di fb jg