3 Day Trip di Malang
Sedikit review lebih detail soal Aloha Hotel Malang, karena banyak yang kepo dari luar kelihatannya biasa saja tapi ternyata dalamnya cukup nyaman untuk short trip. Lokasinya beneran strategis, dari Stasiun Malang cuma sekitar 5 menit naik ojek online, jadi enak banget buat yang datang naik kereta malam atau pagi. Area sekitarnya juga hidup, banyak tempat makan dan jajanan kaki lima, jadi kalau lapar tengah malam masih aman. Dari luar, eksterior Aloha Hotel Malang kelihatan seperti bangunan ruko yang disulap jadi hotel, simpel tapi rapi. Plang "Aloha Hotel" lumayan jelas kelihatan dari jalan, jadi nggak susah dicari driver. Begitu masuk, lobbynya kecil tapi bersih. Stafnya ramah dan proses check-in juga cepat, aku bahkan bisa titip barang dulu sebelum jam check-in resmi. Untuk kamarnya sendiri, tipe standar di Aloha Hotel Malang biasanya sudah dapat dua bed, AC, TV, dan kamar mandi dalam. Interiornya minimalis, nggak fancy, tapi cukup buat yang penting bisa tidur nyenyak setelah seharian jalan. Ada sarapan sederhana juga, lumayan buat ganjel perut sebelum mulai explore Malang. Kalau kamu tipe yang suka foto-foto, bagian koridor dan area tangga sebenarnya bisa dimanfaatkan juga, tapi memang bukan hotel yang instagrammable banget. Kelebihan utamanya lebih ke lokasi dan harga, sekitar 280k/malam di dekat stasiun itu menurutku sudah worth it. Buat yang bawa koper, aksesnya juga gampang karena tidak perlu naik turun tangga terlalu banyak. Dari Aloha Hotel, aku gampang banget ke beberapa spot favoritku selama 3 day trip di Malang. Pagi bisa jalan ke sekitaran kota buat cari sarapan atau jajan pasar seperti di Pasar Klojen, siangnya lanjut ke cafe-cafe lucu, dan malam istirahat tanpa harus mikir transport terlalu jauh. Untuk yang mau ikut trip Bromo atau tour ke Jatim Park 2, titik jemput biasanya juga gampang diakses dari hotel ini karena posisinya yang di tengah kota. Jadi kalau kamu lagi cari hotel dekat stasiun dengan eksterior sederhana tapi interior cukup nyaman, Aloha Hotel Malang bisa banget dipertimbangkan sebagai basecamp. Terutama buat backpacker, pasangan, atau teman-teman yang fokusnya lebih ke explore kota, bukan staycation di hotel mewah.










