Perkara Video Speakup FYP, kok terror di DM?
Ini akun ke-2 saya setelah akun pertama saya di banned permanent ga bisa live karena waktu itu lupa sensor mandiin keponakanku.
Lalu akun itu saya tutup dan buat akun ini sejak 2020, masih awal² muncul tiktok, dan mudah sekali dapat followers saat itu, namun pasang surut dunia content saya lalui selama 5 tahun belakangan, kadang vakum, kadang aktif, dan kalau akun saya tidak berkembang secara signifikan, saya maklumi karna memang saya nggak konsisten. Tapi puji Tuhan selama jd creator, saya nggak pernah beli followers, atau bahkan terima endorse dan kerjasama yg review'nya bukan berdasarkan kepuasan saya. Saya selalu mengutamakan keaslian dr semua yg saya tampilkan di konten.
Pertanyaannya, apakah dengan speakup mengenai akun kalian yg live rekaman, buat konten duplikat padahal di bawah naungan agency, adalah bentuk rasa iri dan julid nyinyir seperti yg kamu bilang di DM?
mohon koreksi saya kak @ohheyytiara @koh.dennies @TikTok LIVE Indonesia @Tokopedia & TikTok Shop Seller @InemJogja
Saya hanya merasa perlu untuk bicara soal ini untuk memperjuangkan hak para affiliator yg jujur dan sedang berjuang untuk mendapatkan trafic pada konten orisinil yg mereka buat sesuai ketentuan tiktok, namun pada kenyataannya ada akun-akun tidak bertanggung jawab melanggar ketentuan tapi merasa benar dan sangat disayangkan pelakunya creator yang sudah besar dan menaungi banyak creator dengan agency yg mereka bentuk.
Ada pertanyaan kenapa saya nggak speakup soal video cina dll yg juga duplikat konten?
sekali lagi saya tegaskan... karena pelakunya kali ini creator besar dan agency resmi.
Apakah cuma saya yg speakup? setelah ini saya akan up org2 yg sudah speakup dan tiktok sendiri yg buat pertanyaan untuk sama-sama melaporkan jika kita menemukan ada org yg live menggunakan rekaman, kadi saya rasa, apa yg saya lakukan seharusnya tidak melanggar apapun...dan bukan bentuk nyinyir, tapi mencari kebenaran dan keadilan buat semua affiliator yg sedang berjuang.
Sebagai creator selama bertahun-tahun, aku merasakan betul bagaimana naik turunnya perkembangan akun jika tidak konsisten aktif. Dari pengalaman pribadi, menjaga keaslian konten sangat penting agar tetap dipercaya pengikut dan mendapat engagement yang sebenarnya. Kadang, penonton atau sesama creator menilai kita dari jumlah pengikut semata, tapi penayangan video dan keaslian itu lebih bermakna. Pernah aku menghadapi DM penuh tuduhan dari akun yang mempertanyakan kredibilitasku, bahkan mempertanyakan keaslian pengikut dan kualitas konten yang aku buat. Aku mencoba menjelaskan dengan santun bahwa tujuanku adalah menjaga kejujuran dan integritas, bukan hanya angka atau popularitas semata. Ini penting agar algoritma TikTok pun mendukung konten yang berkualitas dan original. Aku juga merasa perlu speakup soal pelanggaran aturan oleh beberapa akun besar yang live menggunakan rekaman konten orang lain. Hal ini sangat merugikan affiliator lain yang sedang berjuang mendapatkan trafik dan pengakuan dengan cara yang benar. Aku berharap TikTok dan komunitas creator bisa bersama-sama menjaga ekosistem yang adil, tanpa adanya duplikasi konten atau pemanfaatan agency secara tidak bertanggung jawab. Kisah ini juga jadi pengingat buat aku sendiri dan teman-teman creator supaya tetap konsisten, fokus pada kualitas, dan tidak mudah tergoda jalan pintas seperti beli followers atau endorse yang tidak jujur. Keaslian tetap nomor satu, karena itu yang membuat kita dihargai oleh komunitas, bukan sekadar angka di profil. Aku percaya dengan bersuara, kita bisa memperbaiki kondisi ini dan membuat TikTok lebih sehat untuk para kreator yang ingin berkembang secara organik. Jadi, jangan takut untuk speakup kalau ada ketidakadilan, karena itu bagian dari perjuangan kita bersama.



