Hari pertama sampai di kontrakan, belum ada apa². Semua berkat yg kita terima (Kasur, Kompor, Kulkas, dll) baru akan bisa dikirim tgl 14 nanti. 3 hari di penginapan masih oke, hari ke-4 kita harus mulai tidur di kontrakan mungil ini yg ukurannya sebesar dapur kita di Siantar. 🫣
Nyari tikar kemana2 ga ada yg punya, karna memang di kota rata2 budaya duduk di tikar sudah nggak lazim.
Alhasil harus spent dana buat beli playmat, karna kasur lipat yg kita pesanpun masih dalam perjalanan...
di tambah cuaca di TNG yg super panas, harus beli kipas minimal.
Semuanya hanya di usahakan untuk kenyamanan baby Vielle...
sementara begini dulu, karna yg kita tempuh hari ini adalah perjalanan iman untuk hal besar yg sudah di depan mata (Amin).
cukup makan dan tidak kehujanan adalah berkat yg besar untuk di syukuri saat ini.
Nanti akan jadi cerita indah di masa depan...
dan terimakasih kak @desy.andriani.sil yg menjadi supporter perjalanan iman kami keluar dr Siantar.
Thank you juga buat semua teman-teman followers ku, yg selalu ikut perjalanan kita sampai hari ini.
... Baca selengkapnyaMemulai kehidupan baru di tempat tinggal yang sederhana memang bukan hal mudah, apalagi ketika harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang jauh dari kenyamanan sebelumnya. Seperti pengalaman yang dibagikan tentang tinggal di kontrakan kecil yang ukurannya hanya sebesar dapur, tentu saja memerlukan perjuangan ekstra, terutama saat harus menunggu beberapa perabot penting tiba seperti kasur lipat, kompor, dan kulkas.
Dalam budaya kota seperti yang diceritakan, kebiasaan duduk di tikar sudah jarang ditemukan, sehingga mencari tikar pun menjadi sulit. Hal ini menuntut kreativitas dan solusi alternatif seperti membeli playmat demi memberikan kenyamanan terutama bagi anak kecil seperti Baby Vielle. Faktor cuaca panas yang menyengat di tempat baru juga menjadi tantangan tersendiri sehingga perlunya alat pendingin sederhana seperti kipas angin untuk menjaga suasana rumah menjadi lebih nyaman.
Perjuangan kecil ini sesungguhnya adalah bagian dari perjalanan iman dan ketabahan. Dengan sikap bersyukur atas hal-hal sederhana seperti cukup makan dan terlindung dari hujan, semuanya menjadi berkat besar yang patut diapresiasi. Pendekatan yang penuh rasa syukur dan optimisme ini mampu memperkuat tekad dan semangat untuk terus berjuang dan menatap masa depan yang lebih baik.
Bagi siapa pun yang sedang menjalani fase awal tinggal di tempat baru atau menghadapi keterbatasan fasilitas, pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bahwa dengan kesabaran, kepercayaan, dan dukungan dari orang terdekat, semuanya akan terasa lebih ringan. Perjalanan hidup memang penuh tantangan, tetapi setiap langkah kecil yang diambil dengan niat baik akan menghasilkan cerita indah yang bisa dikenang di masa depan.
Untuk para pembaca yang sedang merintis kehidupan baru atau berusaha menyediakan kenyamanan terbaik bagi keluarga di tengah keterbatasan, jangan ragu untuk saling berbagi pengalaman dan tips praktis agar semakin banyak yang terinspirasi dan termotivasi. Percayalah bahwa perjalanan iman dan perjuangan kecil hari ini akan membawa hasil besar di kemudian hari.