Ahhh...kamu tuh yg kurang iman, kamu terlalu banyak melihat kekurangan, ga fokus sama yg ada di depan, bla-bla-bla....
kata beberapa orang yg hidupnya sempurna, rohani dan tanpa masalah.
Do you know what, realitanya dunia ga peduli sama kamu apalagi jiwamu, tapi kabar baiknya Tuhan Yesus sayang dan sangat mau memulihkanmu.
Saat kamu mencari orang yg kamu fikir mampu menolongmu, dan kamu di terima seberapa gilanya kamu dan kelakuanmu, bersyukur lah, karna itu hal paling baik yg ada di bumi, yg hampir saja punah.
Tapi kalaupun nggak... yuk, datang sama Tuhan! Nggak instan, tapi kalau kamu mau kamu pasti pulih.
Ga usah terintimidasi sama perkataan orang lain. "Ah...ga usah merasa paling menderita deh lo, sibuk cerita di sosmed, sibuk buat status, dll. Ngadu sama Tuhan aja ga usah ke manusia"
Kata mereka yg nggak baca Alkitab 🤗
Daud, Ayub, Paulus...dan masih banyak tokoh dalam Alkitab, yg sekarang kita teladani hidupnya, juga pernah meratap...bedanya dulu nggak ada sosmed, makanya leluhan, amarah dan komplain mereka di catat di buku kehidupan. 😅
Ceepp cepp...gapapa, Jesus still love you guys! Kuat yah...🤗
Pengalaman pribadi saya sering kali merasa berat ketika menghadapi masalah mental atau spiritual. Banyak orang menilai dari luar, bahkan mengabaikan jeritan hati yang sebenarnya sangat perlu didengar. Namun, saya belajar dari kisah Daud, Ayub, dan Paulus dalam Alkitab bahwa tidak ada salahnya untuk meratap dan mengungkapkan perasaan, meskipun di zaman sekarang kita punya media sosial sebagai tempat berbagi. Kata-kata dalam artikel ini mengingatkan saya bahwa dunia memang tidak selalu peduli, tetapi kasih Tuhan Yesus tidak pernah berhenti memulihkan dan menerima kita apa adanya. Ini menjadi kekuatan besar dalam proses pemulihan mental saya. Allah juga sangat memperhatikan hati kita, bukan hanya tampilan luar atau kesempurnaan yang tampak. Dalam perjalanan pemulihan saya, saya belajar untuk tidak terintimidasi oleh komentar negatif orang lain atau pemahaman dangkal tentang penderitaan yang sering muncul di sekitar kita. Bahkan jika sesekali kita merasa tidak didengar oleh manusia, mengadu dan berserah kepada Tuhan adalah langkah terbaik yang membawa kedamaian dan kekuatan sejati. Saya juga menemukan bahwa berserah bukan berarti instan sembuh, tetapi sebuah proses yang mesti dijalani dengan sabar dan konsisten. Dukungan orang-orang yang menerima kita dengan segala kekurangan menjadi sangat berharga. Jika tidak menemukan itu, datanglah pada Tuhan sebagai sumber utama penguatan. Kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan spiritual ini semakin penting di era modern yang penuh tekanan dan ekspektasi. Mengakui masalah jiwa bukanlah kelemahan, melainkan langkah awal menuju pemulihan dan pertumbuhan. Semoga setiap pembaca yang merasa sedang berjuang mendapatkan penghiburan dan kekuatan melalui kasih Tuhan yang tidak pernah pudar.


































