1 tahun yg lalu... bunda lagi menyiapkan mental, fisik dan juga uang untuk persiapan melahirkanmu ke dunia.
Hari itu banyak hal yg terjadi nak... 9 bulan menjagamu dalam rahimku adalah kenangan yang sangat tidak tergantikan. Masih bunda ingat rasanya tendanganmu yg kencang hingga sesak ke dada, hehe...kamu bayi yg aktif sejak dalam kandungan. Usia 4 bulan dalam kandungan kita kecelakaan, bunda waktu itu takut sekali kehilangan lagi...tapi justru saat itu bunda malah jadi tau kalau kamu perempuan.
Sekarang kamu sudah bisa makan, bisa berdiri, bisa menyusun mainan, bisa membuka dan menutup pulpen, bisa hi five, shake hand dan kiss... semuanya terjadi seperti keajaiban.
Aletheia sudah melewati 5x moment suntikan yg menyakitkan, tapi kamu tetap tertawa lebar setelahnya, Aletheia sudah melewati demam dan batuk pilek karna dunia yg banyak virusnya, sudah mencoba berenang, mandi air dingin sejak usia 4 bulan, terbang naik pesawat dr Siantar ke Tangerang, dan banyak hal...
Besok adalah hari ulang tahunmu, daddy dan bunda tidak punya banyak hal untuk diberikan, tapi 24/7 dady dan bunda adalah milikmu selamanya dan satu-satunya.
Ade...i love you so much, jangan menghilang sebelum kami meninggalkan dunia ini...jadilah kuat, sehat, panjang umurmu, dan jadilah anak yg selalu menyenangkan hati Tuhan dan menjadi kesukaan bagi banyak orang...
we love you nak ❤️
Mengasuh seorang anak sejak di dalam kandungan hingga memasuki usia balita memang penuh dinamika dan pembelajaran. Dari pengalaman pribadi, saya merasakan bagaimana kehadiran buah hati membawa warna baru yang luar biasa dalam hidup. Saat membaca kisah ini, saya teringat betapa pentingnya persiapan mental dan fisik selama kehamilan, juga kesiapan finansial yang harus diupayakan sejak awal. Perjuangan melewati masa-masa sulit seperti kecelakaan saat kehamilan dan menghadapi berbagai penyakit ringan setelah kelahiran adalah bagian dari perjalanan menjadi orangtua yang tidak selalu mulus. Namun, melihat anak mulai bisa makan sendiri, berdiri, hingga mampu berinteraksi dengan orang lain melalui salam seperti hi five atau shake hand, memberikan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri. Saya juga belajar bahwa setiap momen harus dihargai, termasuk saat anak menjalani suntikan atau vaksinasi yang mungkin menyakitkan, tapi tetap dapat menguatkan tubuh mereka untuk tumbuh sehat. Membawa anak berenang sejak dini atau membiasakan mandi air dingin ternyata juga bisa menjadi cara memperkuat daya tahan tubuh, sekaligus meningkatkan kebersamaan keluarga. Selain itu, pengalaman terbang naik pesawat dengan bayi juga menuntut kesiapan ekstra, mulai dari menjaga kenyamanan, hingga mengatasi tantangan saat perjalanan. Semua capaian ini adalah keajaiban yang menjadi kebanggaan setiap orangtua. Yang paling penting, memberikan waktu dan perhatian penuh kepada anak adalah hadiah terindah yang tak ternilai harganya. Dukungan orangtua yang konsisten dan penuh kasih sayang sangat membantu tumbuh kembang anak agar menjadi pribadi yang kuat, sehat, dan dicintai banyak orang. Semoga kisah ini bisa memotivasi orangtua lain untuk terus berjuang dan menikmati setiap detik perjalanan mengasuh buah hati tercinta.








