Kitab Al-Qaulul Mubin Ta‘liq terhadap Kitab Tuhfatur Raghibin merupakan karya ilmiah yang berfokus pada penguatan dan pelurusan akidah Ahlussunnah wal Jama‘ah melalui telaah kritis terhadap salah satu karya penting Ulama Nusantara, Maulana Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari (Datu' Kalampayan). Kitab ini menghadirkan ta‘liq dan tahqiq yang komprehensif terhadap Tuhfatur Raghibin, sebuah risalah aqidah beraksara Arab Melayu (Jawi) yang ditulis pada abad ke-12 H dan membahas hakikat iman serta perkara-perkara yang dapat merusaknya.
Dalam kitab ini disajikan nash Arab dari sumber-sumber rujukan yang dinukil oleh mu’allif, dilengkapi dengan penunjukan ayat-ayat Al-Qur’an, takhrij hadits, tanda baca, kamus istilah, serta maraji‘ dari berbagai kitab induk aqidah. Pendekatan tersebut menjadikan kitab ini mudah diakses oleh penuntut ilmu sekaligus tetap menjaga ketelitian ilmiah.
Secara metodologis, isi Tuhfatur Raghibin menunjukkan keterkaitan pemikiran dengan karya At-Tibyan fi Ma‘rifatil Adyan karya Syaikh Nuruddin ar-Raniri, khususnya dalam pembahasan firqah dan penyimpangan aqidah, sebagaimana karya fikih Sabilal Muhtadin juga terpengaruh oleh Shirathal Mustaqim. Dengan demikian, Al-Qaulul Mubin tidak hanya berfungsi sebagai syarah dan ta‘liq, tetapi juga sebagai penguat posisi Syaikh Arsyad al-Banjari sebagai Ulama besar Nusantara yang memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga kemurnian aqidah umat Islam.
1/28 Diedit ke
... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang pernah mendalami kajian keislaman, saya merasa sangat terbantu dengan keberadaan kitab seperti Al-Qaulul Mubin ini. Kitab ini bukan hanya sekadar komentar biasa, melainkan sebuah kajian mendalam yang menggabungkan sumber asli dari ayat-ayat Al-Qur'an, takhrij hadits, serta kamus istilah Arab-Melayu yang memperjelas makna konsep aqidah dengan cara yang cukup detil dan sistematis.
Apa yang membuat Al-Qaulul Mubin istimewa, menurut pengalaman saya, adalah cara ia menghubungkan karya Maulana Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari dengan karya-karya besar lainnya seperti At-Tibyan fi Ma‘rifatil Adyan. Ini menunjukkan betapa pentingnya kesinambungan ilmu ulama Nusantara dalam menjaga kemurnian iman. Saat membaca kitab ini, saya bisa merasakan nuansa ilmiah yang kuat, namun tetap mudah diakses oleh pelajar dan pengkaji karena adanya penjelasan tanda baca dan kamus istilah.
Dari sisi praktis, kitab ini mengajarkan pentingnya memahami hakekat iman dan waspada terhadap hal-hal yang bisa merusaknya, yang tentu sangat relevan dalam kehidupan keagamaan sehari-hari. Saya pribadi merasa bahwa memperdalam pemahaman melalui kitab ini dapat memperkokoh keyakinan sekaligus menjadi pelindung dari penyimpangan aqidah.
Secara keseluruhan, Al-Qaulul Mubin tidak hanya memperkaya pengetahuan teologis, tetapi juga menguatkan identitas keilmuan ulama Nusantara di kancah ajaran Islam yang lebih luas. Buku ini sangat saya rekomendasikan bagi siapa saja yang ingin menggali aqidah Ahlussunnah wal Jama‘ah secara otentik dan mendalam, khususnya bagi yang berminat menelaah warisan literatur Islam dalam aksara Arab-Melayu.