Iqdun Nafis min Kitabid Durin Nafîs merupakan karya tahqiq dan ta‘liq yang disusun oleh Ustadz Ahmad Syuhada bin Thabarani Al-Alabi Al-Banjari terhadap kitab Addurûn Nafîs karya Maulana Syaikh Muhammad Nafis bin Idris Al-Banjari, salah satu Ulama besar Nusantara dalam bidang tasawuf dan tauhid.
Karya ini merupakan hasil penelitian mendalam yang dilakukan selama hampir satu dekade dengan pendekatan filologis dan analisis keilmuan yang sistematis.
Kitab ini membahas konsep-konsep fundamental dalam ilmu tasawuf, khususnya penjelasan mengenai Wahdatul Af‘al, Wahdatul Asma’, Wahdatul Sifat, dan Wahdatudz Dzat, dengan tetap berpijak pada kerangka aqidah Ahlus Sunnah wal Jama‘ah.
Penyajian materi diperkuat dengan rujukan ayat-ayat Al-Qur’an, takhrij hadits, nash Arab dari sumber-sumber primer yang dikutip oleh mu’allif, serta biografi tokoh-tokoh yang relevan.
Selain itu, kitab ini dilengkapi dengan :
* Tanda baca, kamus istilah dan marāji‘ yang komprehensif, sehingga memudahkan pembaca dalam memahami teks klasik berbahasa Arab Melayu (Jawi).
* Dengan struktur pembahasan yang sistematis, argumentatif, dan ilmiah, Iqdun Nafis berfungsi sebagai karya pendamping yang penting dalam mengkaji Addurûn Nafîs, serta menjadi kontribusi signifikan dalam pengembangan studi tasawuf dan khazanah keilmuan Islam Nusantara.
1/28 Diedit ke
... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang telah menekuni kajian kitab-kitab tasawuf dan keilmuan Islam Nusantara, saya menemukan bahwa Iqdun Nafis sangat berperan penting dalam memperluas pemahaman tentang konsep-konsep tasawuf yang rumit seperti Wahdatul Af‘al, Wahdatul Asma’, Wahdatul Sifat, dan Wahdatudz Dzat. Kita tahu bahwa pembahasan konsep-konsep ini sering kali memerlukan rujukan yang kuat, dan kitab ini berhasil menghadirkannya lewat berbagai takhrij hadits dan nash Arab dari sumber-sumber primer.
Pengalaman saya sendiri selama belajar kitab ini sangat terbantu dengan adanya tanda baca dan kamus istilah dalam bahasa Arab Melayu (Jawi), yang membuat pembacaan teks klasik jauh lebih mudah dan tidak menimbulkan kebingungan. Dengan pendekatan sistematis dan argumentatif, karya ini tidak hanya sebagai pendamping Addurûn Nafîs, tetapi juga sebagai sumber penting bagi para pelajar dan peneliti yang ingin menggali lebih dalam kajian tasawuf dan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama‘ah.
Hal menarik lainnya, Iqdun Nafis juga menyertakan biografi tokoh-tokoh yang disebut dalam kitab, memberikan konteks dan latar belakang historis yang memperkaya pemahaman kita. Dari aspek keilmuan, pembahasan yang mendalam selama hampir satu dekade tersebut mencerminkan kualitas penelitian yang luar biasa, menjadikan kitab ini bukan sekadar karya klasik, melainkan hasil penelitian yang sangat relevan bagi perkembangan studi keagamaan di Nusantara.
Bagi pembaca yang tertarik untuk memahami aspek-aspek spiritual dan teologis dalam tradisi tasawuf dengan pendekatan yang ilmiah dan lengkap, saya sangat menyarankan untuk memiliki dan mempelajari Iqdun Nafis. Dengan referensi yang lengkap dan metodologi penelitian yang sistematis, kitab ini membuka jalan bagi pengalaman pembelajaran yang mendalam dan otentik dalam dunia tasawuf dan tauhid khas Nusantara.