Bagi umat islam ada hal yang perlu diperhatikan salah satunya doa, yaps doa! jadi jangan asal doa yah.Buya Yahya mengingatkan soal adab dalam berdoa termasuk juga dalam doa yang dipanjatkan.
Beliau juga menyampaikan "jangan sampai berdoa malah dengan cara² seperti ini".
Buya Yahya menjelaskan bahwa dahulu iblis juga pernah memanjatkan doa kepada
Allah SWT. Ketika akan diusir dari surga, iblis memanjatkan doa kepada Allah dan permintaan itu dikabulkan.
"Doa iblis, minta panjangkan umurku, berikan aku tempo yang panjang waktuku untuk menggoda anak Adam," kata Buya Yahya.
Dari kejadian tersebut, maka dapat diambil pelajaran bahwa sebaiknya jangan meminta hal-hal yang buruk dalam berdoa.
Jangan sampai karena terbawa emosi lantas mengeluarkan doa-doa yang buruk.
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku termasuk orang yang kalau lagi sedih atau kesel, doa tuh suka kelepasan. Di atas sajadah, bukannya tenang malah bawa-bawa emosi. Baru belakangan aku benar-benar ngeh kalau doa itu bukan cuma soal minta, tapi juga soal adab di hadapan Allah SWT.
Waktu dengar kisah doa iblis yang dikabulkan Allah, aku sempat mikir, "Kok bisa?" Ternyata dari situ justru ada pelajaran besar. Bukan berarti kalau doa dikabulkan itu pasti tanda Allah ridha. Doa iblis dikabulkan, tapi tujuannya buruk: minta umur panjang hanya untuk menggoda anak Adam. Jadi aku belajar, jangan cuma fokus ke "dikabulkan atau nggak", tapi juga ke isi doa dan niat di baliknya.
Di atas sajadah, kita sebenarnya lagi berada di posisi yang sangat mulia. Makanya kata-kata di atas sajadah itu harus dijaga. Aku sekarang berusaha banget untuk menghindari doa-doa yang nuansanya buruk, misalnya: mendoakan keburukan buat orang lain, atau doa yang kayak mengancam, "Ya Allah, kalau aku nggak dikasih ini, lebih baik begini saja…" Kalimat seperti itu terdengar seolah kita nggak ridha dengan takdir Allah.
Aku juga sering dapat pertanyaan aneh dari teman, misalnya: "Emang berapa umur Allah SWT sih?" Padahal dalam Islam, Allah itu Al-Hayyul Qayyum, Maha Hidup dan tidak akan mati, tidak terikat umur kayak makhluk. Pertanyaan begitu biasanya muncul karena kurang paham sifat-sifat Allah, bukan karena niat buruk. Jadi daripada mempertanyakan hal yang memang di luar jangkauan akal, lebih baik kita fokus memperbaiki hubungan dengan-Nya lewat doa yang baik.
Sekarang sebelum berdoa, aku biasain beberapa hal: wudhu dulu kalau bisa, tenangin hati, lalu pilih kata-kata yang lembut. Misalnya mendoakan kebaikan dunia dan akhirat, minta dikuatkan dalam ujian, minta dijauhkan dari sifat iri dan dengki. Kalau lagi sakit hati sama seseorang, aku coba alihkan doa: bukan minta dia celaka, tapi minta Allah perbaiki hubungan, lembutkan hati kami, dan tunjukkan mana yang terbaik.
Intinya, jangan meminta jika tidak diberi dalam arti memaksa dan "ngotot" pada Allah seolah kita lebih tahu yang terbaik. Boleh banget bersungguh-sungguh, tapi tetap dibarengi keyakinan bahwa pilihan Allah selalu yang paling baik, meski kadang nggak sesuai keinginan kita.
Di atas sajadah, coba jadikan doa sebagai momen curhat paling jujur tapi tetap sopan. Minta hal-hal yang baik, jauhkan lisan dari doa-doa yang lahir karena emosi sesaat. Karena bisa jadi, kalimat yang terlontar saat marah justru jadi doa yang menjerumuskan diri kita sendiri. Sejak sadar hal itu, aku jadi lebih hati-hati dan berusaha berdoa yang baik-baik saja kepada Allah.
aamiiin