LHOKSUKON – Angin kencang disertai hujan deras melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 15.45 WIB. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 13 unit rumah warga yang tersebar di lima gampong mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Lima gampong yang terdampak meliputi Gampong Batu XII, Gampong U Baro, Gampong Ulee Gampong, Gampong Alue Leuhob, dan Kampung Tempel.
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Cot Girek IPTU Ade Syahputra, S.H. mengatakan bahwa peristiwa terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Cot Girek sehingga menyebabkan sejumlah bangunan rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap, dapur, teras, hingga ada rumah yang ambruk dan tertimpa pohon.
“Berdasarkan pendataan yang dilakukan di lapangan, terdapat 13 unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari atap rumah yang terlepas diterbangkan angin, bangunan yang tertimpa pohon, hingga satu unit rumah yang ambruk,” ujar IPTU Ade Syahputra.
Ia menjelaskan, rumah-rumah yang terdampak berada di beberapa gampong dalam wilayah Kecamatan Cot Girek dengan total kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah, seluruh warga yang terdampak dalam keadaan selamat. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini masyarakat masih tetap menempati rumah masing-masing sambil melakukan pembersihan dan perbaikan terhadap bagian rumah yang rusak,” tambahnya.
Kapolsek juga menyampaikan bahwa pihak kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat guna mendata kerugian dan membantu penanganan pascabencana.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Aceh Utara.
Hingga berita ini ditayangkan, situasi di lokasi terdampak dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif, sementara warga bersama aparat terkait terus melakukan upaya pembersihan dan penanganan kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana alam tersebut.
Pengalaman menghadapi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan lebat memang membuat kita semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan masing-masing. Di Cot Girek, Aceh Utara, peristiwa kerusakan rumah akibat angin kencang yang terjadi pada tanggal 5 Juni 2026 ini menunjukkan betapa cepatnya kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi menimbulkan kerugian besar. Saya pernah tinggal di daerah yang juga rawan terkena angin kencang dan hujan lebat, dan dari sana saya belajar bahwa menjaga kebersihan lingkungan serta menguatkan struktur rumah sangat penting untuk meminimalkan kerusakan. Misalnya, membersihkan ranting atau pohon yang rentan tumbang di sekitar rumah dapat menghindarkan rumah dari tertimpa pohon seperti yang terjadi di beberapa gampong terdampak. Selain itu, selalu memantau informasi cuaca dari BMKG dan memperhatikan peringatan dini dapat membantu kita mengambil tindakan cepat, seperti mengamankan barang berharga dan memastikan keluarga berada di tempat yang aman saat cuaca ekstrem melanda. Dukungan dari aparat kepolisian dan pemerintah lokal, seperti yang dilakukan di Cot Girek, juga menjadi kunci dalam penanganan pascagempa dan pemulihan kerusakan agar aktivitas warga kembali normal. Bagi masyarakat yang permukimannya berada di daerah rawan bencana, saya mendorong untuk membuat komunitas siaga bencana yang aktif berkomunikasi dan saling membantu saat terjadi kejadian luar biasa. Selain itu, pembelajaran dan pelatihan tentang penanggulangan bencana bagi warga dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi risiko kerusakan dan korban. Cuaca ekstrem memang sulit diprediksi dengan pasti kapan terjadi, tetapi dengan langkah antisipatif yang tepat dan dukungan pihak terkait, kita dapat meminimalkan dampak buruk serta segera pulih setelah bencana terjadi. Semoga kejadian di Cot Girek ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi tantangan alam di masa depan.