buat yang nanya kapan kerja kapan kerja. stop ya kata gue. dh muagh(muak) banget gue ditanya kapan kerja kapan kerja. lo pada gatau aja gue ngapain selama ini. f*ck you. . gue udah kerja tuh DARI SEMESTER 3 PAS KULIAH, SAMPAI SELESAI WISUDA KULIAH GUE MASIH KERJA, dan sekarang klo lo tau gue masih dirumah ya karena gue mau istirahat sejenak anjir, gue mau QUALITY TIME with my love family, lo gabisa ngatur orang lain dengan pertanyaan dan suruhan lo itu, semua orang punya plans nya masing", dan maksud nya masing" kenapa mereka gini gitu especialy me, lo gatau maksud gue apa kok gue masih dirumah, lo cuma bisa nyuruh dan NGEJUDGE, but its oke, i always pray for me karena gue orang yg di dzalimi, semoga abis ini gue kaya raya 7 turunan ga habis", terkenal, cantik sehat happy, dan lo pada ga pernah bisa ketemu gue lagi, karena gue sibuk strolling around the world and shoping, relaxing, enjoy the time, aammiinnn Ya Rabb
Dalam perjalanan hidup, memang seringkali kita menghadapi tekanan dari lingkungan sekitar, terutama soal pekerjaan dan kesibukan. Sama seperti dalam tulisan ini, banyak yang mungkin merasa terganggu dengan pertanyaan berulang tentang kapan mereka akan mulai kerja atau kembali produktif. Kadang, kita lupa bahwa setiap orang punya waktu dan cara berbeda dalam merencanakan hidupnya. Saya sendiri pernah mengalami situasi yang mirip, saat saya masih kuliah saya juga berusaha memegang pekerjaan sambil belajar. Tetapi di saat-saat tertentu, saya memilih untuk berhenti sejenak dan fokus menikmati waktu berkualitas bersama keluarga. Hal ini bukan berarti saya bermalas-malasan, justru memberikan saya energi dan semangat baru agar bisa lebih produktif nantinya. Istirahat sejenak dan quality time bersama orang-orang terdekat sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan emosional. Kadang, tekanan sosial membuat kita lupa menjaga diri sendiri. Penting untuk tidak membiarkan komentar atau penilaian orang lain mengatur hidup kita. Semua orang punya perjuangan dan rencananya masing-masing, dan itu harus dihormati. Saya sangat setuju dengan ungkapan bahwa jangan mudah menghakimi tanpa mengetahui kondisi sebenarnya. Yang terpenting adalah tetap percaya pada proses dan mendoakan yang terbaik untuk diri sendiri. Semoga kita semua bisa melalui masa-masa sulit dengan sabar dan terus berusaha untuk menjadi versi terbaik dari diri kita.

























