setelah liat galeri, ini kejadian tgl 9 desember 2023, dan disaat itu aku masih kerja dan baru aja selesai sidang skripsi, disitu aku udah mulai lega dikit lah, bisa tarik nafas lega, karena beban pikiran ku nih udah berkurang banget lah, karena jujur skripsian sambil kerja tuh masyaallah banget guys beratnya, lebih ke how to manage my energy, karena capek nya tuh nyapek bgt, kejar dosbing, ke kampus, ngurus administrasi sidang, kerja jarak jauh, tes b Inggris, revisian, ah masyaallah banget lah, dan moment ini tuh moment yang bahagia menurut aku, walaupun kita cuma ketemuan ber3 aja dari 9 orang, tapi disitu aku bener" temu kangen banget sih sama ahmad dan wulan, karena setidaknya mereka bikin aku seneng saat itu, healing bgt lah intinya ketemu sama mereka, dan sekarang ahmad udah nikah, wulan juga udah kerja di sana, seneng banget bisa lihat mereka lancar urusannya, wulan baik banget dari pertama aku kenal dia sampe skrg, dia yg traktir aku sama ahmad di 28 cafe jogja itu guys, dan ahmad juga baik banget walaupun gabisa lepas rokok dari mulut nya itu hehe, dia yang selalu bisa dengerin dan berbagi cerita ke kita. miss you so much guys. semoga abis ini kita bisa ketemu lagi ya lengkap ber9 dengan keadaan sehat, bahagia dan kaya raya. aammiinnn #kkn #nostalgia #achadailyvlog #ReviewJujur #ResepAndalan
Setelah melewati masa-masa penuh tekanan seperti sidang skripsi sambil tetap bekerja, aku benar-benar merasakan betapa berharganya momen bertemu teman lama, meskipun hanya bertiga dari sembilan orang. Pertemuan ini menjadi obat kelelahan dan beban pikiran yang selama ini menumpuk. Bagi aku, mengatur energi adalah tantangan terbesar selama skripsi dan kerja jarak jauh. Ada kalanya aku merasa sangat lelah karena harus mengejar dosen pembimbing, mengurus administrasi sidang, mengikuti tes Bahasa Inggris, serta revisi berulang. Namun, bertemu dengan Ahmad dan Wulan di 28 Cafe Jogja memberikan energi positif yang sangat berarti, seperti proses healing yang nyata. Wulan selalu menjadi teman yang baik sejak dulu, bahkan dia yang mentraktir kami saat itu. Sementara Ahmad, meski belum bisa lepas dari kebiasaan merokoknya, adalah sosok yang selalu bisa diajak berbagi cerita dan mendengarkan keluh kesah. Melihat mereka kini Ahmad sudah menikah dan Wulan bekerja dengan lancar membuatku bahagia dan optimis dengan masa depan kami masing-masing. Dari pengalaman ini, aku belajar bahwa menjaga hubungan persahabatan sangat penting sebagai support system, apalagi di masa penuh tekanan seperti skripsi dan kerja. Rasa kangen yang mendalam juga menjadi motivasi agar kami bisa segera berkumpul lengkap kembali suatu hari nanti, dalam keadaan sehat, bahagia, dan sukses. Semoga cerita ini bisa menginspirasi teman-teman yang sedang berjuang di fase hidupnya masing-masing untuk tetap menjaga semangat dan tidak lupa beristirahat dan healing bersama orang terdekat.






































