Waktu saya masih kecil
Saya adalah anak ketiga dari 6 bersaudara
Masa kecil saya sebagai anak ketiga dari enam bersaudara memberikan pengalaman yang sangat berwarna dan penuh dinamika keluarga. Setiap hari dipenuhi dengan suasana riuh dan keceriaan, karena jumlah saudara yang banyak membuat rumah selalu ramai dan hangat. Dari kecil, saya sudah belajar untuk berbagi kasih sayang dan perhatian, terutama karena posisi saya yang berada di tengah – bukan anak tertua tapi juga bukan yang paling bungsu. Pengalaman unik lainnya adalah belajar mandiri sejak dini. Di tengah kesibukan orang tua yang mengurus banyak anak, saya harus pandai mencari cara agar bisa melakukan banyak hal sendiri, termasuk dalam hal sekolah dan bermain. Hal ini mengajarkan saya kedisiplinan dan tanggung jawab yang besar dibandingkan anak-anak seusia saya yang tumbuh dalam keluarga dengan jumlah anak lebih sedikit. Meski sering berebut perhatian dan harus berbagi mainan atau ruang bermain, kebersamaan dengan saudara menjadi hal yang paling berharga. Kami saling membantu dalam banyak hal, mulai dari belajar bersama hingga menikmati waktu liburan. Saya juga belajar arti toleransi dan kompromi karena perbedaan karakter dan usia diantara kami keenam bersaudara. Cerita saya ini mungkin sederhana, tapi saya percaya bahwa pengalaman masa kecil dalam keluarga besar adalah fondasi yang membentuk kepribadian dan cara pandang hidup seseorang. Bagi siapa saja yang memiliki pengalaman serupa, semoga kenangan manis ini menjadi pengingat betapa berharganya keluarga dan kebersamaan.


