ramen time!
Belakangan aku sering banget lihat tulisan "ramen time" di sosial media, sampai akhirnya aku pakai sendiri buat nunjukin momen khusus ketika lagi makan ramen. Buat aku, ramen time artinya bukan cuma waktu makan mie, tapi waktu kecil yang bikin hati senang: duduk tenang, semangkuk ramen hangat di depan mata, dan biasanya ditemani teh atau minuman hangat. Kalau dilihat dari bahasa Inggris, "it’s ramen time" kurang lebih berarti "saatnya makan ramen". Mirip kayak orang bilang "noodle time" yang artinya saatnya makan mie. Tapi di dunia nyata, arti ramen lebih dari itu: ramen itu comfort food, makanan pelarian ketika capek, lagi sedih, atau sekadar pengen manjain diri tanpa alasan. Pas aku foto semangkuk ramen di depan aku, isi mangkuknya lengkap banget: mie kenyal, kuah gurih, jagung manis, narutomaki yang lucu, telur lembut dan nori di atasnya. Keliatan simpel, tapi topping ramen kayak gini yang bikin ramen time berasa spesial. Biasanya sebelum makan aku sempat mikir: ini beneran momen kecil yang aku syukuri, walaupun cuma mie dan kuah. Aku juga sempat penasaran sama arti ramen dan noodle time dari kacamata budaya populer. Di anime dan drama Jepang, sering banget ada adegan karakter teriak "ramen time!" atau "it’s ramen time" tiap mereka habis kerja keras atau habis lewat hari berat. Jadi lama-lama kebawa, kita pakai istilah itu di kehidupan sehari-hari sebagai kode: aku butuh istirahat, aku butuh makan enak. Buat kamu yang baru sering lihat kata ramen time atau noodle time artinya gampang: itu ungkapan santai yang dipakai orang buat nunjukin momen makan mie, khususnya ramen. Tapi kamu bebas kasih makna sendiri. Misalnya, ramen time buat kamu bisa berarti me time di malam minggu, saat kamu bikin ramen instan favorit, tambah jagung, telur dan nori biar mirip ramen di restoran. Kadang aku pakai kata "ramentime" sebagai hashtag di sosial media. Rasanya seru aja bisa kumpulin foto-foto semangkuk ramen yang pernah aku coba: ada yang kuahnya pekat, ada yang ringan, ada yang topping-nya rame banget. Dari situ aku sadar, setiap ramen time punya cerita: siapa yang aku ajak makan, di mana tempatnya, dan apa yang aku rasakan saat itu. Kalau kamu pengen bikin ramen time versi kamu sendiri di rumah, kamu bisa mulai dari hal sederhana. Pakai mie instan favorit, bikin kuah lebih gurih dengan tambahan bawang putih dan sedikit kecap, lalu tambahin topping ala restoran: jagung, telur rebus setengah matang, irisan daun bawang, dan nori. Jangan lupa siapin minuman hangat di samping mangkuk, karena sensasi minum teh setelah menyeruput kuah ramen itu satisfying banget. Jadi, setiap kali kamu baca atau tulis "it’s ramen time", ingat kalau itu bukan sekadar kata-kata. Itu penanda momen kecil yang mungkin kelihatan sepele, tapi diam-diam bikin hidup terasa lebih hangat. Di foto yang aku share, tulisan "ramen time!" dan "EMMMM..." bener-bener menggambarkan rasa puas yang nggak perlu banyak kata. Kadang kebahagiaan sederhana memang cuma butuh semangkuk ramen dan sedikit waktu buat diri sendiri.
