... Baca selengkapnyaSebagai anak kos yang sering bergantung pada makanan cepat saji, saya dulu juga pernah meremehkan pentingnya memilih makanan dengan hati-hati. Pengalaman yang saya alami sendiri setelah membeli kebab seharga Rp30.000 di tengah malam benar-benar membuka mata saya soal risiko keracunan makanan yang sering terjadi tanpa kita sadari.
Pada malam itu, saya makan kebab dengan lahap karena merasa sangat lapar. Namun beberapa jam kemudian, saya mulai muntah-muntah hingga hampir sepuluh kali, badan terasa sangat lemas, dan penglihatan menjadi kabur. Rasa tidak nyaman ini berlangsung terus hingga saya memutuskan untuk pergi ke IGD sendirian karena memang tidak ada yang menemani di kost.
Sesampainya di IGD, saya langsung mendapat penanganan medis berupa infus dan obat untuk mengatasi gejala keracunan tersebut. Yang membuat saya terkejut adalah total biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp1.890.000 — jauh lebih mahal dari harga kebab yang saya beli. Hal ini menjadi pelajaran berharga bahwa makanan murah belum tentu aman dan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, biaya yang harus dikeluarkan bisa jauh lebih besar.
Selepas kejadian itu, saya menjadi jauh lebih selektif dalam memilih makanan, terutama saat memesan lewat layanan pengantaran seperti GoFood. Saya mulai memperhatikan review penjual, kebersihan makanan, dan kemasan serta menghindari makanan yang terlihat kurang segar atau tidak higienis. Kesadaran ini penting agar kita tidak hanya mencari yang murah dan cepat, tapi juga yang sehat dan aman.
Saya juga belajar bahwa menjaga pola makan dan memilih waktu makan yang tepat sangat membantu menjaga kesehatan, terutama di tengah kesibukan seperti menjadi anak kos. Semoga pengalaman saya ini bisa menjadi peringatan dan motivasi bagi teman-teman pembaca untuk lebih peduli pada kualitas makanan yang mereka konsumsi demi kesehatan yang lebih baik.
Sama kak, harus dilarikan ke IGD gara gara habis makan kebab. mana waktu itu hamil gede lagi. takut bayinya kenapa kenapa. Kapok banget ga berani jajan sembarangan sekarang.
Lihat komentar lainnya