... Baca selengkapnyaAku pertama kali jatuh cinta sama selendang Lampung waktu lihat langsung detail tenunnya: kombinasi hitam, merah, dan emas dengan rumbai di ujung kain, cantik banget! Dari situ aku mulai cari tahu lebih dalam soal selendang Lampung atau sering juga disebut selendang tapis.
Buat yang masih bingung, selendang tapis itu sebenarnya bagian dari kain tenun tradisional Lampung yang biasanya dipakai di acara adat, pernikahan, atau sesi foto adat. Motifnya bukan sekadar hiasan, tapi punya makna—misalnya motif flora dan fauna yang melambangkan kesuburan, keberanian, atau status sosial pemakainya. Benang emas yang dipakai di sebagian selendang tapis juga jadi ciri khas yang bikin kelihatan mewah.
Kalau kamu mau beli selendang Lampung, ada beberapa hal yang biasanya aku perhatikan:
1. **Bahan kain**: Selendang yang nyaman biasanya pakai bahan tenun yang agak tebal tapi tetap lentur. Kalau dipegang terasa kaku banget dan kasar, biasanya kurang enak dipakai lama.
2. **Kerapian tenunan**: Coba perhatikan bagian motifnya. Tenunan yang rapi itu benangnya nggak banyak yang loncat atau ketarik. Motif hitam, merah, dan emas harus kelihatan jelas dan seimbang.
3. **Rumbai di ujung selendang**: Rumbai yang rapi dan kuat itu tanda kalau pembuatannya diperhatikan detail. Kalau rumbainya gampang rontok atau tidak rata, biasanya kualitasnya kurang.
4. **Berat selendang**: Selendang tapis yang bagus biasanya punya sedikit “berat” karena tenunannya padat dan ada benang hias. Tapi tidak sampai bikin bahu pegal saat dipakai.
Dari pengalaman aku, selendang Lampung ini multifungsi banget. Selain buat pelengkap pakaian adat, bisa juga dipakai:
- Sebagai **selendang gaya modern**, dipadukan dengan outfit simpel seperti kemeja putih dan jeans.
- Jadi **scarf dekorasi** di tas atau dipakai menyilang di badan.
- Sebagai **dekorasi rumah**, misalnya ditaruh di ujung tempat tidur, digantung di dinding, atau dijadikan table runner.
Tips tambahan kalau beli secara online:
- Minta penjual kirim **foto close-up motif** dan bagian belakang kain, supaya kamu bisa lihat kerapian tenunan.
- Bandingkan beberapa toko yang jual “selendang tapis” karena ada yang versi sederhana dan ada yang versi lebih mewah dengan benang emas lebih banyak.
- Jangan ragu nanya ukuran lengkap (panjang dan lebar), supaya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mau buat dipakai di bahu, diselempangkan, atau sekadar aksesori.
Menurutku, punya satu selendang Lampung di lemari itu semacam investasi kecil untuk koleksi kain tradisional Indonesia. Selain cantik, tiap motif dan warnanya punya cerita. Kalau kamu baru pertama kali mau beli, kamu bisa mulai dari motif yang simpel dulu, misalnya kombinasi hitam, merah, dan emas dengan rumbai seperti yang sering dipakai untuk acara semi formal. Setelah cocok, baru deh pelan-pelan explore motif tapis lain yang lebih ramai dan detail.