💄 Baru Tahu! 6 Brand Kecantikan Yang Bukan Lokal!💋
Bagi wanita berdandan adalah salah satu rutinitas yang punya manfaat tersendiri, yang dimana sering menjadi momen relaksasi.
Tapi kalian tahu, kalau ada beberapa brand make up dan skincare yang ternyata bukan produk lokal loh.
Selamat datang di segmen #WikiBeauty yang membahas seputar tentang dunia kecantikan.
Akan membahas beberapa 6 produk kecantikan drugstore yang suka kita beli yang ternyata tidak semuanya merupakan produk lokal.
🩷 Maybelline New York.
Dari nama saja, pasti sudah menebak bahwa brand ini berasal dari Amerika melalui slogan merk Maybelline New York.
Maybelline sendiri masuk ke Indonesia di tahun 2010an dibawah naungan L'Orel Indonesia.
Yang menjual produk make Up dan nails.
🩷 L'Orel Paris.
Sama seperti Maybelline, L'Orel juga mengambil slogan merk mereka dari daerah tempat mereka dibuat, yang dimana L'Orel berasal dari Paris, Perancis.
L'Orel sudah ada di Indonesia sejak 1979, yang berada di bawah naungan L'Orel Indonesia.
L'Orel juga menjual produk seperti Make Up, Skincare, dan Haircare.
🩷 Revlon
Brand ini juga bukan brand berasal dari Indonesia, Merk Revlon berasal dari Amerika, Dan terbilang sudah lama berada di Indonesia.
Revlon menjual produk seperti, Kosmetik, haircare pewarna rambut, skincare dan nail polish.
🩷Vaseline
Brand yang dikenal dengan Petroleum jelly ini bukanlah produk lokal, melainkan produk Amerika, yang diakusisi oleh perusahaan Inggris, Unilever.
Vaseline ini juga lebih banyak mengeluarkan produk jelly base untuk menjaga kelembapan kulit seperti, Lip Care, Petroleum jelly, dan lotion yang punya ukuran besar.
Vaseline pertama kali masuk ke Indonesia diperkenalkan oleh Perusahaan Unilever Indonesia, yang sudah ada sejak 1933.
🩷Garnier
Brand Yang dikenal dengan pewarna rambutnya ini bukanlah brand lokal, meskipun di logo terlihat ada dedaunannya, nyatanya brand ini adalah brand Perancis,
Garnier sendiri masuk dibawah naungan L'Orel yang dimana Garnier masuk ke pasar Indonesia sejak 1979.
Garnier sendiri jauh lebih aktif di brand perawatan diri, seperti haircare dan skincare.
🩷Cethapil
Siapa yang nggak kenal sama brand skincare dengan sabun muka dengan harga yang cukup tinggi ini? Nyatanya, Cethapil bukanlah produk lokal, Cethapil adalah produk dari perusahaan Swiss, Galderma yang dimana beberapa saham Galderma diakusisi oleh Nestle.
Cethapil sendiri lebih berfokus pada produk perawatan diri seperti Moisturizer, face wash,. Serum dan lotion.
Inilah enam brand Drugstore yang sering kita pakai, yang ternyata memang tidak semuanya brand lokal.
Tidak ada yang salah juga jika menggunakan produk tersebut, apalagi jika produk- produk mengakui kalau mereka memang bukan produk lokal.
🩷REI
#Lemon8Cantik
Aku juga dulu termasuk yang suka bingung, Garnier produk lokal atau bukan, sama halnya dengan Maybelline. Soalnya dua brand ini gampang banget ditemuin di minimarket sampai supermarket, harganya masih terjangkau, jadi kesannya kayak merk "Indonesia banget". Setelah cari tahu lebih dalam, ternyata asalnya beda jauh dari yang aku kira. Buat yang masih penasaran, Garnier produk lokal atau bukan? Jawabannya: bukan. Garnier itu brand asal Perancis yang berada di bawah naungan L'Oréal. Di Indonesia, Garnier terkenal banget dengan produk micellar water, face wash, dan rangkaian skincare untuk mencerahkan wajah. Walaupun bukan produk lokal, formulanya tetap disesuaikan sama iklim dan jenis kulit orang Asia, termasuk Indonesia. Pengalaman pribadi, micellar water Garnier yang botol pink cukup gentle buat kulitku yang cenderung sensitif, nggak bikin perih atau ketarik. Pertanyaan lain yang sering muncul: apakah Maybelline produk lokal? Jawabannya juga: bukan. Maybelline berasal dari Amerika Serikat, dengan slogan Maybelline New York. Tapi karena sudah lama banget masuk ke Indonesia dan sering kolaborasi dengan influencer lokal, banyak yang mengira ini brand lokal. Aku pribadi suka banget sama maskara dan lip cream-nya, kualitasnya oke dengan harga yang masih ramah kantong. Untuk yang baru mulai belajar make up, Maybelline ini salah satu brand yang paling gampang diakses di rak-rak drugstore. Kalau kamu diminta sebutkan semuanya brand yang sering dikira lokal padahal bukan, dari artikel ini bisa dirangkum: Maybelline New York (AS), L'Oréal Paris (Perancis), Revlon (AS), Vaseline (AS – sekarang di bawah Unilever), Garnier (Perancis), dan Cetaphil (Swiss, dari perusahaan Galderma). Keenam brand ini sering banget kita lihat di rak display produk kosmetik di toko, sampai rasanya sudah jadi bagian dari keseharian. Dari pengalaman belanja di drugstore, aku jadi belajar satu hal: penting buat cek asal brand dan juga izin edarnya, bukan cuma sekadar lihat label "kelihatan lokal" atau sering muncul di iklan TV. Kadang kita merasa lebih nyaman pakai produk lokal, tapi bukan berarti brand luar itu jelek. Yang penting cocok di kulit, terdaftar resmi, dan kandungannya jelas. Kalau kamu lagi memilih skincare atau make up dan masih bingung brand mana yang lokal dan mana yang bukan, coba biasakan baca keterangan di kemasan atau cari info singkat dulu di internet. Dengan begitu, ekspektasi kita juga lebih realistis. Misalnya, kalau tahu Garnier dan Maybelline bukan produk lokal, wajar kalau beberapa variannya punya standar global dan sering launching duluan di luar negeri baru masuk ke Indonesia. Semoga tambahan info ini bisa bantu menjawab rasa penasaran kamu tentang Garnier produk lokal atau bukan, apakah Maybelline produk lokal, dan kalau diminta sebutkan semuanya brand yang sering dikira lokal padahal bukan, kamu sudah punya list-nya. Jadi next time belanja di rak kosmetik, kamu sudah lebih paham asal-usul tiap brand yang kamu pilih.







