Lacoste: Dari Lapangan Tenis ke Panggung Fashion🐊

Dari banyak brand luxury, nama Lacoste tidak begitu dikenal sebagai brand yang umum didengar oleh masyakat luas seperti brand Dior, Channel, Gucci dan Louis Vuitton.

Selamat Datang di #WikiFashion yang membahas seputar dunia fashion.

Mengapa?

Lacoste lebih terkenal karena tenis dibandingkan sebagai luxury brand karena akar dan identitas mereknya sangat kuat terkait dunia tenis sejak awal bermula dari pendiri Lacoste, René Lacoste.

pendiri merek ini, adalah petenis legendaris yang menciptakan kaos polo berbahan katun pique yang revolusioner untuk kenyamanan dan performa saat bermain tenis, menggantikan pakaian tenis tradisional yang kaku dan tidak nyaman.

Logo buaya yang ikonik berasal dari julukan René Lacoste sebagai "The Crocodile" di lapangan tenis, yang menegaskan hubungan erat merek dengan olahraga ini. Popularitas kaos polo Lacoste sebagai pakaian tenis yang fungsional dan stylish menyebar cepat di kalangan atlet dan penggemar tenis di seluruh dunia, sehingga merek ini lebih dikenal sebagai brand olahraga tenis daripada sekadar luxury fashion.

Meskipun Lacoste kemudian memperluas produknya ke kategori fashion mewah dan lifestyle, fondasi dan citra merek tetap sangat terkait dengan warisan tenis dan inovasi pakaian olahraga yang diperkenalkan oleh René Lacoste.

Siapa Aja Sih Artis- Artis Yang Pernah Menjadi Brand Ambassador Dari Brand ini ? A$AP Nast, artis hip-hop asal Amerika Serikat

Peggy Gou, DJ berbasis di Berlin

Sonny Hall, musisi dan model dari London

Louise Bourgoin, aktris asal Prancis.

Mélanie Thierry, aktris asal prancis.

Evan Mock, aktor, skater, dan model.

Salif Gueye, penari dan influencer.

Ahn Hyoseop, aktor Korea Selatan

Wang Yibo, Aktor China

Ahn Yujin dari girl group K-pop IVE

Para BA berperan aktif dalam mempromosikan merek pada acara olahraga internasional dengan menghadirkan citra modern dan semangat olahraga yang sesuai dengan identitas Lacoste. Kehadiran mereka membantu memperkuat citra merek dengan menghubungkan warisan olahraga Lacoste ke audiens yang lebih luas dan beragam.

#WikiFashion

2025/8/28 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSaat membahas Lacoste, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah Lacoste termasuk luxury brand atau hanya brand olahraga biasa. Dari pengalaman saya, Lacoste memang unik karena identitasnya sangat melekat pada dunia tenis sejak René Lacoste menciptakan kaos polo katun pique yang nyaman dan stylish untuk olahraga tersebut. Seiring waktu, Lacoste memperluas jangkauan produknya ke fashion lifestyle yang lebih mewah dan modis. Namun, berbeda dengan brand luxury besar seperti Dior atau Louis Vuitton yang secara eksklusif fokus pada fashion mewah, Lacoste tetap mempertahankan warisan olahraga dalam setiap produknya. Produk-produk Lacoste, termasuk kaos polo, jaket, sneaker, dan aksesori, seringkali menggabungkan gaya sporty dengan sentuhan desain yang bisa dipakai sehari-hari. Logo buaya yang menjadi ciri khas Lacoste berasal dari julukan René Lacoste sebagai "The Crocodile" karena ketangguhannya di lapangan tenis. Logo ini juga menjadi simbol kekuatan dan keaslian brand, yang berhasil menghubungkan generasi baru pecinta fashion dan penggemar olahraga. Brand ambassador Lacoste juga turut berperan penting dalam mengangkat citra merek ini ke level internasional dengan menghadirkan para musisi, aktor, dan influencer yang mengusung semangat modern dan sporty. Kehadiran mereka membantu Lacoste untuk menembus pasar global dan memperkuat citra sebagai merek yang tidak hanya berakar dari olahraga tapi juga fashion kontemporer. Jadi, Lacoste bisa dilihat sebagai luxury brand dengan ciri khas yang sangat melekat pada dunia tenis dan olahraga secara umum. Ini membuat Lacoste berbeda dari luxury brand lain yang lebih berfokus pada kemewahan dan eksklusivitas tanpa ada kaitan dengan dunia olahraga. Bagi saya, memakai Lacoste berarti mengadopsi gaya hidup aktif dengan sentuhan elegan yang simpel tapi berkelas.