Damai Natal
Banyak orang sibuk membela Tuhan dengan kebencian, padahal Tuhan hanya meminta kita untuk mengasihi. Jangan sampai kita 'mabuk agama' hingga lupa cara menjadi manusia. Ingatlah, iman tanpa kasih adalah nol (1 Kor 13:2). 🕊️❤️
Berbicara tentang Natal dan kasih, saya pernah mengalami momen dimana perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati dan menjalankan kasih. Misalnya, saat saya merayakan Natal bersama teman yang berbeda keyakinan, kami saling bertukar cerita dan pengalaman tentang makna sejati damai dan kasih. Hal itu mengajarkan saya bahwa inti dari kehidupan beragama dan beriman adalah mengasihi sesama tanpa menghakimi. Selain itu, saya juga memperhatikan pesan damai yang terkandung dalam salam Natal dari berbagai tokoh, termasuk Khamenei yang menyampaikan bahwa mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru bukanlah sebuah dosa. Ini menjadi pengingat bahwa menghormati perayaan dan tradisi agama lain adalah bagian dari sikap toleransi dan kasih. Dengan memahami makna kasih sebagai inti iman, saya percaya kita bisa menghindari sikap 'mabuk agama' yang justru menimbulkan perpecahan. Mari kita jadikan Natal sebagai momen untuk mempererat tali persaudaraan dan menyebarkan kasih tanpa syarat, karena iman tanpa kasih adalah nihil. Semoga kita semua dapat menerapkan nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan dunia yang damai dan penuh kasih.






















