Siapa di sini yang pernah atau lagi berjuang lawan eksim? Aku tahu rasanya. Malu, frustrasi, dan kadang merasa sendirian. Tapi, percaya deh, ada jalan keluar. Di postingan ini, aku mau share perjalananku dari kulit yang ‘nggak banget’ sampai sekarang bisa lebih berdamai dengan eksim. Jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang sama kayak aku dulu, ya best!
Dulu, rasanya malu banget setiap eksim di dahi, punggung, dan tangan kambuh. Kulit jadi merah, gatal, dan bersisik. Aku sampai harus pakai baju yang menutupi semua bagian itu. Pernah dikira penyakit menular, pernah juga dikira alergi biasa. Tapi, eksim bukan cuma soal gatal, ini soal mental dan kepercayaan diri yang hancur.
Ini adalah cerita perjalananku berdamai dengan eksim dan menemukan kulitku kembali! 💖
Kalau kalian sedang berjuang melawan eksim, jangan menyerah best! Kulitmu bukan aib. Dia adalah bagian dari ceritamu. Perlahan tapi pasti, kamu akan menemukan cara yang tepat untuk merawatnya. Ingat, jangan malu dengan apa yang kamu alami ya best. You are not alone! Semangat! ✨
Lemonade, ada yang punya pengalaman yang sama ? Yuk, saling berbagi tips di kolom komentar! 🤗 🥰
... Baca selengkapnyaKalau kamu lagi struggling sama eksim di punggung atau punggung tangan, aku paham banget rasanya. Di aku, awal mula eksim justru dari dahi karena stres, lalu pelan-pelan menyebar ke punggung, tangan, bahkan paha. Awalnya kukira cuma alergi biasa, jadi masih santai. Tapi lama-lama jadi eksim kering yang bikin kulit merah, bersisik, dan gatalnya nggak ketulungan.
Bagian punggung itu tricky banget karena susah dijangkau. Waktu itu, setiap malam punggungku gatal parah. Tanpa sadar aku garuk sampai luka dan perih. Besoknya bangun tidur, sprei penuh serpihan kulit kering. Kalau pakai baju gelap, serpihannya kelihatan banget. Malu banget kalau lagi kumpul sama teman, apalagi kalau duduk di kursi warna gelap, suka ada ‘jejak’ serpihan kulit.
Eksim di punggung tangan juga nggak kalah mengganggu. Tangan kan kelihatan terus ya. Kulit jadi kering dan pecah-pecah, kadang sampai perih kalau kena sabun cuci piring atau sabun mandi yang terlalu keras. Aku sempat sering cuci tangan pakai sabun sembarangan, mikirnya biar bersih. Ternyata itu salah besar, bikin eksim kering di tangan makin menjadi-jadi.
Setelah konsultasi ke dokter kulit, aku mulai lebih serius merawat area punggung dan tangan. Ini beberapa hal yang cukup ngebantu aku secara pelan-pelan:
1. Ganti sabun ke yang lembut
Aku stop total pakai sabun yang wangi banget atau yang bikin kulit berasa kesat. Aku pilih sabun yang gentle, tanpa pewangi dan tanpa SLS, khusus untuk kulit sensitif. Saat mandi, aku juga nggak pakai scrub di area punggung dan tangan yang eksim, cukup usap lembut pakai tangan atau handuk halus.
2. Pelembap rutin setelah mandi
Eksim kering di punggung dan tangan jauh lebih mendingan setelah aku rajin pakai pelembap. Triknya, oles pelembap selagi kulit masih agak lembap setelah mandi. Di punggung, aku kadang minta tolong orang rumah buat bantu olesin biar merata. Untuk tangan, aku sedia hand cream kecil di tas dan pakai tiap kali habis cuci tangan.
3. Hindari garuk, ganti dengan teknik "tekan"
Ini susah banget di awal, tapi penting. Kalau punggung atau punggung tangan mulai gatal, aku usahakan nggak menggaruk pakai kuku. Biasanya aku tekan pelan pakai telapak tangan atau tepuk lembut area yang gatal. Rasanya memang nggak selega menggaruk, tapi lumayan mengurangi keinginan buat garuk sampai luka.
4. Perhatikan bahan baju
Aku mulai pilih baju dari bahan katun yang adem, terutama untuk yang menempel langsung di punggung dan tangan. Baju yang terlalu ketat atau bahan sintetis bikin punggung gampang berkeringat dan gesek-gesekan, dan itu sering banget jadi pemicu eksim kambuh.
5. Catat pemicu makanan dan stres
Di aku, awal mula eksim sering banget terkait stres. Kalau lagi kepikiran banyak hal, eksim di punggung badan dan tangan cepat banget kambuh. Jadi aku mulai belajar atur stres dengan cara sesimpel journaling, stretching ringan, atau tidur lebih teratur. Untuk makanan, tiap kali eksim kambuh parah, aku catat apa yang aku makan sebelumnya. Dari situ aku bisa tebak makanan mana yang mungkin jadi pemicu, misalnya makanan terlalu pedas atau minuman manis berlebihan.
6. Konsisten minimal 3 bulan
Jujur, eksim bukan sesuatu yang hilang dalam seminggu. Di aku, butuh sekitar 3 bulan rutin perawatan sampai kulit punggung dan tangan kelihatan jauh lebih tenang. Eksim memang belum hilang total, tapi sudah jauh berkurang dan aku jadi lebih berani pakai baju lengan pendek.
Kalau kamu lagi cari cara menyembuhkan eksim secara total di tangan atau di punggung, mungkin tiap orang hasilnya beda-beda. Tapi dari pengalamanku, kunci utamanya: konsultasi ke dokter, sabar, dan konsisten. Jangan lagi coba-coba produk sembarangan tanpa cek dulu, karena aku sudah pernah ada di fase itu dan malah bikin kondisi makin parah.
Kalau kamu punya trik lain buat ngatasin eksim kering di punggung atau punggung tangan, share juga ya. Biar kita sama-sama saling bantu dan nggak merasa sendirian dalam perjalanan "my skin, my story" versi kita masing-masing.
jadi eksim tuh kayak alergi yah kak? trs makan yg sembarang juga