Rawon Surabaya
Kalau ngomongin kuliner Surabaya, rawon itu pasti masuk daftar teratas. Waktu itu aku nyobain rawon di sekitar Taman Bungkul malam hari, suasananya langsung berasa khas warung kaki lima: lampu warna-warni, bangku hijau sederhana, dan meja kayu dengan piring bermotif bunga. Sepiring nasi rawon datang dengan kuah hitam pekat, potongan daging, tauge, sambal, kerupuk, dan telur asin, bikin satu piring kelihatan sangat menggiurkan. Buat yang belum pernah coba, kombinasi nasi, kuah rawon, dan tauge itu ternyata nagih. Tauge sengaja ditaruh di atas nasi biar tetap renyah, jadi pas disendok bareng daging dan kuah, kerasa ada tekstur kriuk-kriuk segar. Telur asin juga jadi pelengkap favorit aku, kuning telurnya yang sedikit berminyak nyatu banget sama gurihnya kuah rawon. Biasanya aku makan sedikit-sedikit telurnya, dicampur nasi dan kuah biar rasanya makin kaya. Makan rawon malam hari di Surabaya juga punya sensasi sendiri. Angin malam, suasana jalanan yang masih rame tapi nggak terlalu ramai, bikin sepiring nasi rawon terasa lebih nikmat. Di warung rawon Surabaya model begini, kamu bisa santai makan pelan-pelan sambil ngobrol. Kadang ada keluarga yang makan bareng, kadang rombongan teman atau pasangan yang mampir habis jalan-jalan di Taman Bungkul. Hal yang aku suka dari warung rawon di sekitar Taman Bungkul adalah porsinya cukup besar. Sepiring rawon dengan nasi dan tauge itu udah bikin kenyang, apalagi kalau ditambah kerupuk. Kalau kamu suka pedas, jangan lupa minta sambal agak banyak. Aku biasanya taruh sambal di pinggir piring, lalu ambil sedikit-sedikit, jadi masih bisa menikmati rasa kuah rawon yang asli tanpa ketutup pedas. Buat yang baru pertama kali cari warung rawon Surabaya, terutama di area Taman Bungkul, tips dari aku: datang agak awal di jam makan malam karena kadang bisa ramai dan cepat habis. Perhatiin juga menu yang tertera di spanduk warung, biasanya selain nasi rawon juga ada tambahan lauk lain, tapi menurutku kombinasi paling pas tetap nasi rawon, tauge, sambal, kerupuk, dan telur asin. Kalau lagi capek habis jalan-jalan, sepiring rawon hangat di piring sederhana gini rasanya benar-benar nyaman. Kalau kamu tipe yang suka foto makanan, rawon piring bermotif bunga dengan kuah hitam pekat dan taburan tauge ini juga fotogenik banget. Aku sering foto dulu sebelum makan, soalnya tampilan sepiring rawon dengan nasi, daging, tauge, sambal, kerupuk, dan telur asin di atas meja kayu itu udah kelihatan enak dari pandangan pertama. Setelah itu baru deh makan pelan-pelan sampai kuahnya habis terserap sama nasi. Jadi kalau lagi main ke Surabaya, terutama sekitar Taman Bungkul, cobain cari warung rawon malam hari. Sensasi makan nasi rawon lengkap dengan tauge dan telur asin di suasana outdoor sederhana tapi hangat ini yang bikin kuliner rawon Surabaya selalu kangenin.


