Hidup lagi cape capeknya in this economy, bisa langsung nangis baca ini 😭😢
Banyak hal yang kita ngga bisa nilai cuma pakai mata telanjang, dan yang pasti Allah itu akan selalu buka pintu rezeki darimana aja disaat kita lagi kesusahan. Cuma satu modalnya : PERCAYAAA!
Jangan pernah meragukan pertolonganNya sekalipun..
Ada yang pernah punya pengalaman atau bacaan yang bikin ketampar juga?
... Baca selengkapnyaKalimat "in this economy" tuh relate banget nggak sih? Harga naik, kerjaan nggak pasti, tuntutan makin banyak. Jujur aja, aku juga pernah di fase yang tiap hari rasanya mau nangis karena mikirin hidup ke depan gimana. Baca kalimat motivasi tentang air mata, kesabaran, dan rezeki dari Allah itu beneran bikin ketampar, apalagi pas kondisinya lagi serba sulit.
Yang paling kerasa itu waktu aku lagi krisis finansial kecil-kecilan. Gaji pas-pasan, ada kebutuhan mendadak, dan tabungan hampir habis. Di kepala cuma muter: "In this economy, gimana bisa survive?" Tapi dari situ aku pelan-pelan belajar beberapa hal praktis sambil tetep pegang keyakinan bahwa pintu rezeki Allah itu luas.
Pertama, aku mulai lebih jujur sama diri sendiri soal kondisi keuangan. Aku catat pengeluaran harian, dari kopi kecil sampai ongkir. Ternyata banyak banget bocor halus yang bikin uang cepat habis. Setelah kelihatan jelas, aku mulai bedain antara ingin dan butuh. Ini nggak mudah, tapi pas niatnya dibenerin dan minta dimudahkan sama Allah, pelan-pelan terasa lebih ringan.
Kedua, aku belajar sabar dalam proses. Di masa ekonomi kayak gini, kita sering pengin semua cepat: pengin gaji lebih besar, pengin kerjaan lebih enak, pengin usaha langsung ramai. Padahal, kadang Allah jawab doa kita bukan dengan dikasih instan, tapi lewat proses panjang yang bikin mental dan iman kita lebih kuat. Ada momen di mana aku ditolak kerjaan berkali-kali, dan itu nyesek. Tapi belakangan aku baru paham, kalau aku keterima di salah satu kerjaan itu, aku nggak akan ketemu peluang yang sekarang malah lebih cocok.
Ketiga, aku mulai berani ambil langkah kecil cari tambahan rezeki. Bukan yang muluk-muluk, cuma jasa kecil-kecilan sesuai kemampuan. Di "in this economy" yang serba susah, ternyata banyak pintu rezeki yang sebelumnya nggak kepikiran, kayak jualan online, freelance, atau bantu orang lain yang akhirnya jadi jalan rezeki juga. Yang penting, aku pegang satu hal: usaha maksimal, hasil serahin ke Allah.
Dan di tengah semuanya, aku belajar kalau nangis itu bukan tanda lemah. Air mata sering jadi cara hati kita ngomong sama Allah. Ada malam-malam di mana aku cuma bisa doa sambil nangis, curhatin semua kekhawatiran. Aneh tapi nyata, besoknya hati rasanya lebih tenang, walaupun masalahnya belum hilang total.
Kalau kamu lagi di fase "in this economy" yang bikin sesak juga, nggak apa-apa banget kalau kamu capek. Tapi jangan berhenti percaya sama pertolongan dan rezeki Allah. Terus ikhtiar, perbaiki cara ngatur uang, cari peluang kecil apa pun yang halal, dan jaga hubungan sama-Nya lewat doa. Kadang jawaban doa kita datang pelan-pelan, lewat orang-orang yang tiba-tiba nolong, lewat peluang yang nggak sengaja muncul, atau lewat ketenangan hati yang nggak bisa dibeli.
Kalimat-kalimat motivasi di buku, ceramah ulama, atau kutipan tokoh seperti Prof. Dr. Mutawalli Asy-Sya'rawi memang nggak langsung menyelesaikan masalah, tapi bisa banget jadi pengingat kalau hidup kita nggak cuma diukur dari angka saldo. Di balik air mata dan lelah, ada Allah yang selalu lihat perjuangan kita, meski dunia cuma lihat hasilnya saja.
Aaamiiin...🥲🤲